Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Kampung Menyapa Lewat Rasa: Kisah H+1 Lebaran di Pasar Delepan

25 Minggu, 22 Mar 2026, 11:52 WIB | Oleh:
Saat Kampung Menyapa Lewat Rasa: Kisah H+1 Lebaran di Pasar Delepan Saat Kampung Menyapa Lewat Rasa: Kisah H+1 Lebaran di Pasar Delepan Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
Ket. Pedagang nasi tengah melayani pembeli di Pasar Delepan, Sidodadi, Masaran, Sragen, Jawa Tengah.

KARANGANYAR – Pagi masih basah oleh sisa embun ketika langkah-langkah pertama mulai meramaikan Pasar Delepan di Sidodadi, Masaran, Sragen. Lebaran baru saja lewat sehari, namun denyut kehidupan sudah kembali berdetak, pelan tapi pasti. 

Di antara deretan lapak yang belum sepenuhnya terbuka, aroma masakan kampung lebih dulu “menyapa” siapa saja yang melintas—hangat, akrab, dan penuh kenangan.

Di sudut pasar, beberapa pedagang kuliner tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Wajah-wajah yang sebagian besar adalah para pemudik itu menyiratkan rindu yang terbayar—bukan oleh kemewahan, melainkan oleh seporsi makanan sederhana yang sulit ditemukan di perantauan. 

Dari jajanan tradisional hingga hidangan rumahan, semuanya tersaji dengan harga bersahabat, seolah pasar ini memahami betul makna pulang.

“Murah banget harga makanannya. Dengan uang 50 ribu sudah dapat makanan beraneka ragam,” ujar Diah saat menunjukkan beberapa tentangan tas plastik yang berisi makanan di Waru, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (22/3). 

Belum banyak lapak yang buka, memang. Namun justru di situlah terasa kehangatan yang berbeda. Tidak riuh, tidak sesak, tapi cukup untuk menghadirkan kembali suasana lama yang dirindukan. 

“Sayang banget yang jualaan belum banyak,” imbuh Diah.

Tawa kecil terdengar di sela transaksi, obrolan ringan mengalir tanpa sekat, dan waktu seakan berjalan lebih lambat di antara kepulan asap dapur.

Pasar Delepan pagi itu bukan sekadar tempat jual beli. Tempat bertemunya pedagang dan pembeli tersebut menjelma ruang temu antara kenangan dan kenyataan, antara rindu dan kebersamaan. 

Di H+1 Lebaran, ketika sebagian orang masih menikmati sisa libur, pasar ini sudah lebih dulu bangkit—menghidupkan kembali cerita tentang kampung halaman yang tak pernah benar-benar pergi.\

Di tengah langkah yang mulai beranjak pulang dan cerita yang perlahan ditutup, Pasar Delepan tetap tinggal sebagai pengingat sederhana: bahwa kehidupan selalu menemukan jalannya untuk kembali berdenyut. 

Dari kepulan asap dapur, dari recehan yang berpindah tangan, hingga senyum hangat antara penjual dan pembeli, semuanya merajut makna Lebaran yang lebih dari sekadar perayaan.

Di sinilah rindu menemukan bentuknya—dalam sepiring makanan, dalam harga yang bersahabat, dan dalam rasa yang tak pernah benar-benar berubah. 

Pasar Delepan mungkin belum sepenuhnya ramai, tetapi ia telah lebih dulu menghidupkan kembali denyut kampung, seolah berkata bahwa pulang bukan hanya tentang tiba, melainkan juga tentang kembali merasa utuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pramono Janji Permudah Urus...
Rona
Menggunakan Vape Merusak Pa...
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.