Cuaca Ekstrem di Cianjur Akibatkan 16 Rumah Rusak
📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 05:04 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Ahmad Fikri.
CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Cianjur menyebabkan kerusakan rumah bertambah menjadi 16 unit di tiga kecamatan, Jumat.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Jumat, mengatakan pihaknya terus memperbaiki data dampak cuaca ekstrem yang melanda sebagai besar wilayah Cianjur dimana data terbaru sekitar 11 rumah di Desa Limbangan, Kecamatan Cianjur rusak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 16 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 43 orang terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudaranya karena sebagian besar rumah rusak di bagian atap.
"Data sementara rumah rusak di tiga kecamatan menjadi 16 rumah dengan rincian rusak berat lima rumah dan 11 rumah lainnya rusak sedang terutama di bagian atap akibat hujan deras disertai angin kencang," katanya.
Penanganan cepat dilakukan, tutur dia, dimana sebagian besar warga yang rumahnya rusak membutuhkan terpal guna menutup bagian atap yang rusak, namun untuk sementara kepala keluarga mengungsikan anggota keluarganya di rumah saudara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sehingga, pihaknya tengah mengupayakan bantuan bagi warga yang mengalami musibah agar dapat kembali menghuni rumahnya, serta melakukan upaya penanganan cepat sebelum bantuan diterima.
Sebelumnya, tambah dia, data sementara dampak cuaca ekstrem terjadi di Kecamatan Kecamatan Sukaluyu dan Karangtengah, dimana akibat hujan deras disertai angin kencang dua rumah warga rusak berat dan tiga rumah rusak sedang akibat tertimpa pohon tumbang.
"Kami akan terus memperbaiki data terbaru dampak cuaca ekstrem yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa terakhir di sejumlah kecamatan di Cianjur," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini puluhan petugas dibantu Relawan Tangguh Bencana (Retana) masih menyisir sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak cuaca ekstrem pada Jumat petang.
"Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana segera mengungsi ke tempat yang dinilai aman dan jangan panik guna menghindari hal yang tidak diinginkan," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!