Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Afrika Mulai Merana Hadapi Kelangkaan Bahan Bakar Imbas Krisis Iran

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 15:13 WIB | Oleh:
Afrika Mulai Merana Hadapi Kelangkaan Bahan Bakar Imbas Krisis Iran Doc: AFP

MOSKOW - Sejumlah negara di benua Afrika mengalami kesulitan pasokan bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menurut laporan media regional.

Di Zambia, cadangan bensin sekitar 40 juta liter cukup untuk 23 hari pada konsumsi saat ini, sementara minyak tanah 65,9 juta liter diperkirakan bertahan 9,3 hari. Cadangan bahan bakar penerbangan Jet A-1 cukup untuk 10 hari, lapor Efficacy News Africa.

Di Afrika Selatan, kekurangan solar di stasiun pengisian dilaporkan semakin sering terjadi. Untuk mengantisipasi kelangkaan, pemerintah berencana mendiversifikasi pasokan, meningkatkan kapasitas penyimpanan minyak, serta mempercepat proyek infrastruktur energi.

Di Somalia, pemerintah memberlakukan aturan baru penjualan bensin dan solar menyusul lonjakan harga lebih dari dua kali lipat. Otoritas menetapkan batas keuntungan bagi penjual dan denda bagi pelanggaran, serta membatasi kenaikan harga hanya pada hari Minggu (15/3).

Sementara itu, Otoritas Pengatur Energi Zimbabwe mengumumkan kenaikan harga bahan bakar untuk kedua kalinya pada Rabu. Harga bensin naik 27 persen menjadi 2,17 dolar AS (sekitar Rp 37 ribu) per liter dan solar naik 15 persen menjadi 2,05 dolar AS (sekitar Rp35 ribu) per liter.

Pemerintah Zimbabwe juga memastikan cadangan bahan bakar negara tersebut masih cukup untuk lebih dari tiga bulan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis, menyeru Israel dan AS untuk menghentikan operasi terhadap Iran karena berisiko lepas kendali, menyebabkan penderitaan besar bagi warga sipil serta berdampak pada perekonomian global.

“Sudah saatnya supremasi hukum mengalahkan hukum kekuatan. Sudah saatnya diplomasi mengalahkan perang,” kata Guterres kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin Uni Eropa.

Sekjen PBB itu juga mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah serangan militer AS dan Israel terhadap negara tersebut.

Guterres juga meminta Iran menghentikan serangan balasan terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk, dengan alasan bahwa negara-negara tersebut “tidak pernah menjadi pihak dalam konflik ini.”

“Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menyebabkan penderitaan besar bagi banyak orang di seluruh dunia yang tidak ada kaitannya dengan konflik ini,” kata Guterres menegaskan. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.