Pengamat Sebut Langkah Proaktif Polri Berhasil Tangani Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 10:32 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Pengamat politik senior Boni Hargens menilai langkah proaktif Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah berhasil dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus .
Dia mengatakan pihak kepolisian sudah bertindak cepat, transparan, dan terukur dalam mengungkap pelaku serta dalang di balik serangan tersebut.
"Terbaru, polisi telah merilis wajah terduga pelaku atau eksekutor kasus ini dan TNI sudah menangkap empat anggotanya yang diduga pelaku kasus ini," ujar Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3).
Selanjutnya, kata dia, Kepolisian dan TNI akan berkoordinasi dalam pengusutan para pelaku dalam kasus penyiraman air keras pada Andrie.
Selain itu, Boni berpendapat posko bentukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait pengaduan khusus dan kesaksian kasus penyiraman air keras merupakan terobosan yang baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, menurutnya, keberadaan posko pengaduan tersebut telah membantu polisi melakukan penyelidikan atas kasus Andrie secara lebih cepat dan efisien lantaran telah menjadi jembatan langsung antara warga dan institusi kepolisian.
"Informasi dari masyarakat dapat menjadi petunjuk berharga bagi penyelidik dalam menelusuri jejak pelaku dan membangun konstruksi perkara secara komprehensif dan akuntabel," ucap dia.
Tak hanya itu, dia menuturkan pembentukan posko sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Polri berkomitmen untuk menjalankan proses hukum secara terbuka, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi dilibatkan sebagai mitra aktif dalam penegakan hukum, sebuah praktik yang mencerminkan prinsip policing modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Boni menambahkan bahwa posko yang dibuka juga merupakan wujud wujud dari society policing, di mana terkandung partisipasi masyarakat dan transparansi hukum dalam pengusutan kasus kekerasan yang telah meresahkan ruang sosial dan menjadi ancaman bagi kebebasan demokrasi di Indonesia.
Ia pun melihat peristiwa yang dialami Andrie telah mengguncang ruang sosial Indonesia dan menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan pegiat hak asasi manusia. Karena serangan terhadap aktivis hak asasi manusia bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan ancaman langsung terhadap kebebasan demokratik dan ekosistem sipil yang sehat di Indonesia.
"Serangan terhadap aktivis KontraS merupakan sinyal bahaya yang mengancam keberanian para pembela HAM," tutur Boni.
Meski begitu, dirinya menekankan gerak cepat pemerintah dalam mengusut kasus tersebut patut diapresiasi.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa kepolisian terus bekerja untuk menangani kasus penyiraman air keras terhadap Andrie.
"Kemarin, Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja," kata Kapolri di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!