Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat Dorong Warga Gunakan Angkutan Umum demi Hemat BBM Nasional

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Pengamat Dorong Warga Gunakan Angkutan Umum demi Hemat BBM Nasional  Doc: Pertamina

JAKARTA - Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat, Djoko Setijowarno, memaparkan penghematan BBM nasional harus dimulai dari pembenahan transportasi publik. Ia menilai ketergantungan impor, lonjakan mobilitas, dan lemahnya desain pelaksanaan menjadi faktor krusial keberhasilan kebijakan penghematan energi nasional.

"Penghematan BBM menurut saya penting ya, karena di era SBY itu import BBM kita cuma sepertiga. Sekarang impornya sudah 50%," kata Djoko.

Djoko menguraikan sekitar 52 persen konsumsi BBM nasional dipakai sektor transportasi, dengan porsi terbesar terserap kendaraan pribadi bermotor. Menurut dia, dominasi sepeda motor dan mobil membuat penghematan sulit tercapai selama layanan angkutan umum belum benar-benar memadai.

"Dari 52% itu, 90% untuk darat, 4% di udara dan 6% di laut. Nah, dari 90% darat itu dihabiskan untuk kendaraan pribadi motor dan mobil sisanya angkutan umum cuma 3% dan agkutan barang 4%," tutur dia.

Ia berpandangan pemerintah pusat dan daerah mesti bersama-sama memodernisasi angkutan umum agar warga bersedia meninggalkan kendaraan pribadi perlahan. Djoko menyebut hanya sebagian kecil pemerintah daerah mengalokasikan anggaran memadai untuk modernisasi transportasi, sehingga perubahan berjalan lambat sekali.

"Mestinya kalau kita mau terhemat, bukan hanya sekadar WFA atau WFH karena itu kecil pengaruhnya. Harunya didorong bagaimana orang menggunakan angkutan umum tapi angkutan umumnya harus bagus," ucap dia.

Menjelang Lebaran, ia mengingatkan kebutuhan energi berpotensi meningkat, sementara program mudik gratis sepeda motor belum efektif menekan penggunaan. Baginya, sasaran utama kebijakan mudik bukan sekadar kelancaran perjalanan, melainkan penurunan pemakaian sepeda motor dan kecelakaan lalu lintas.

Ia menambahkan investasi transportasi publik wajib diprioritaskan karena pemerataan layanan di daerah menentukan keberhasilan penghematan energi berkelanjutan nasional. Djoko menggarisbawahi Indonesia tidak akan maju tanpa angkutan umum berkualitas, terjangkau, dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas sehari-hari. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.