Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Pastikan Mobil Tangki Air Bersih Beroperasi Penuh di Tapteng

📅 Minggu, 21 Des 2025, 09:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Pastikan Mobil Tangki Air Bersih Beroperasi Penuh di Tapteng Doc: ANTARA
Ket. Petugas Kementerian Pekerjaan Umum mendistribusikan air bersih untuk pengungsi korban bencana alam di Sekretariat DPRK Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). 

MAGELANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sejumlah mobil tangki air beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pascabanjir bandang yang disertai tanah longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan yang diterima di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (21/12), melaporkan bahwa saat ini dikerahkan enam unit mobil tangki dari Kementerian Pekerjaan Umum serta satu unit mobil tangki dari BNPB, dengan dukungan tambahan dari sejumlah organisasi kemanusiaan, termasuk Palang Merah Indonesia (PMI).

Mobil-mobil tangki tersebut beroperasi selama 24 jam untuk menyuplai air ke rumah sakit, dapur umum, lokasi pengungsian, hidran umum, serta permukiman warga, dengan sistem piket petugas yang dibagi dalam tiga pembagian waktu kerja.

Menurut Abdul, skema demikian harus dilakukan karena sistem penyediaan air bersih di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat akibat bencana sejak akhir November lalu.

BNPB mengkonfirmasi bukan hanya Kantor PDAM Tapanuli Tengah tetapi sebagian besar jaringan perpipaan pada sumber mata air juga turut mengalami kerusakan parah sehingga berdampak pada layanan air bersih di 15 kecamatan.

Tim petugas gabungan, kata Abdul, hingga saat ini masih berupaya memperbaiki kerusakan jaringan air bersih tersebut meski berada di tengah banyaknya tantangan, seperti bahaya longsor susulan karena masih sering diguyur hujan berdurasi panjang.

Sementara itu, Tora Limbong, warga Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang banyak berdatangan dari berbagai pihak yang mengirimkan menggunakan mobil tangki.

Namun selama hampir satu bulan pascabencana ini, ia dan warga Pandan lainnya memanfaatkan bantuan air tersebut untuk kebutuhan mencuci pakaian. Untuk kebutuhan minum, memasak dan mandi mereka masih menggantungkan diri pada sumber mata air perbukitan, seperti dari Bukit Matauli.

Dia berharap perbaikan jaringan air bersih PDAM bisa rampung dengan secepatnya karena meski ada sumber mata air yang bisa dimanfaatkan sepanjang waktu, tetapi mereka harus menghadapi kerawanan longsor susulan untuk memasang dan memastikan selang tersambung baik dari Bukit Matauli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.