Thailand akan Bangun Pagar Perbatasan Usai Bentrok dengan Kamboja
📅 Rabu, 18 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANGKOK – Thailand akan mulai membangun pagar di sepanjang sebagian perbatasannya dengan Kamboja pada bulan April mendatang untuk meningkatkan keamanan setelah bentrokan mematikan antara kedua negara meletus pada tahun 2025 menyusul ketegangan yang berkepanjangan.
Menurut Vithai Laithomya, juru bicara Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand, pagar perbatasan pertama akan dibangun mencakup area sepanjang 1,31 kilometer di Distrik Pong Nam Ron, Provinsi Chanthaburi, di sepanjang perbatasan timur Thailand.
Pagar di area tersebut, sebagian kecil dari perbatasan sepanjang hampir 800 kilometer antara kedua negara, bukanlah bagian dari sengketa teritorial dan telah mendapat persetujuan Kamboja, kata Vithai.
“Pembangunan pagar perbatasan ini bukan hanya tentang membangun tembok fisik, tetapi juga tentang memberikan ketenangan pikiran kepada orang-orang yang tinggal di sepanjang perbatasan,” kata Vithai dalam sebuah pernyataan.
Pembangunan pagar tersebut akan memakan waktu 45 hari, kata dia. “Wilayah tersebut juga telah dibersihkan dari ranjau darat dan jalan beraspal telah dibangun di sisi perbatasan Thailand,” ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di masa mendatang, militer akan menambahkan tembok permanen dan pagar elektronik yang dilengkapi dengan sensor dan kamera CCTV untuk pengawasan 24 jam, imbuh Vithai.
Rincian proyek pagar perbatasan dirilis pada akhir tahun 2025 setelah bentrokan perbatasan pertama dari dua bentrokan yang terjadi.
Vithai juga mengungkapkan bahwa proyek pagar perbatasan tersebut mengikuti kebijakan pemerintah untuk meningkatkan keamanan perbatasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bawah arahan Jenderal Ukrit Boontanon, kepala Angkatan Pertahanan, militer mempercepat pembangunan penghalang permanen untuk mengatur wilayah perbatasan dan mencegah segala bentuk aktivitas ilegal, ungkap dia.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, yang memenangkan pemilihan umum bulan lalu berkat sikap garis keras terhadap Kamboja, juga menjanjikan pembangunan tembok pembatas tersebut sebagai bagian dari kampanyenya.
Pada Oktober, militer Thailand mempresentasikan rencananya kepada Putri Chulabhorn, adik bungsu Raja Maha Vajiralongkorn, yang menawarkan untuk membantu mendanai proyek tersebut melalui yayasannya.
Yayasan Dana Hataitip milik Putri Chulabhorn itu mengatakan pada akhir Oktober lalu bahwa mereka telah menerima lebih dari 200 juta baht dari sumbangan publik untuk upaya tersebut. Putri Chulabhorn sendiri turut menyumbangkan dana sebesar 121 juta baht kepada militer Thailand pada Desember untuk mendanai fase pembangunan pertamanya.
Peringatan Perjalanan
Di tengah ketegangan di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand, Kedutaan Besar India di Kamboja telah mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga negara India yang tinggal atau bepergian di dalam negeri tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!