Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurangi Beban Sampah Kota, Sistem Pemilahan Sejak dari Sumber Harus Segera Difasilitasi

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Kurangi Beban Sampah Kota, Sistem Pemilahan Sejak dari Sumber Harus Segera Difasilitasi Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam penanganan sampah di Jakarta sudah cukup tinggi. Namun menurutnya, dukungan fasilitas dari pemerintah masih perlu diperkuat agar partisipasi warga dapat berjalan optimal.

JAKARTA - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan menilai kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam penanganan sampah di Jakarta sudah cukup tinggi. Namun menurutnya, dukungan fasilitas dari pemerintah masih perlu diperkuat agar partisipasi warga dapat berjalan optimal.

Ia mengatakan semangat warga untuk mengelola sampah, khususnya melalui pemilahan dari rumah, sudah terlihat di berbagai wilayah. Hal tersebut disampaikan setelah berdialog langsung dengan warga di kawasan Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, August menilai masyarakat menunjukkan kesiapan untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah lingkungan. Warga bahkan menyatakan kesediaan melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

"Seperti di Cilandak Timur, belum lama ini saya berkunjung ke sana, warga sekitar menyatakan siap melakukan pemilahan sampah," ujar August, Jumat (13/3).

Meski demikian, niat tersebut masih terkendala oleh keterbatasan fasilitas pendukung di lingkungan mereka. Sarana pemilahan sampah di tingkat lingkungan dinilai masih belum tersedia secara memadai.

Menurutnya, sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) maupun bank sampah di wilayah tersebut belum dilengkapi fasilitas pemilahan yang memadai. Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk mempraktikkan pemilahan sampah secara langsung.

"Sampai saat ini prasarana yang dibutuhkan masih belum ada. Contohnya, bagaimana warga dapat melakukan pemilahan sampah kalau TPS atau bank sampahnya belum dilengkapi dengan tempat sampah yang terpisah," tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, August mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar lebih proaktif dalam merespons aspirasi masyarakat. Ia menilai pemerintah perlu segera menyediakan fasilitas yang dibutuhkan warga.

Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar semangat masyarakat dalam mengelola sampah tidak terhambat oleh keterbatasan sarana. Dukungan fasilitas yang memadai juga dinilai penting untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif.

"Kedepannya, Pemprov DKI harus bergerak secara lebih proaktif lagi. Masyarakat perlu dijangkau dan kalau ada yang punya keinginan untuk memilah sampah, maka harus segera difasilitasi," ucap August.

Ia menilai permintaan masyarakat sebenarnya cukup sederhana. Warga hanya membutuhkan tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenisnya agar proses pemilahan dapat dilakukan dengan mudah.

"Permintaannya dari masyarakat juga tidak berat. TPSnya atau bank sampahnya punya tong-tong yang terpisah, agar mereka juga bisa memilah sampahnya secara efektif," ungkapnya.

Menurut August, penyediaan fasilitas tersebut dapat memberikan dampak positif yang luas jika diterapkan secara konsisten. Selain membantu masyarakat mengelola sampah, kebijakan tersebut juga akan mempermudah pekerjaan petugas kebersihan di lapangan.

Ia menilai sistem pemilahan sampah sejak dari sumber dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota. Dengan demikian, lingkungan menjadi lebih bersih dan proses pengolahan sampah dapat berjalan lebih efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
 ​AFPI dan PWI Jajaki Kol...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp65.000/...
Olahraga
Sabalenka Melenggang ke Per...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.