Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Kelestarian, TN Gunung Ciremai Dipastikan Kemenhut Tetap Jadi 'Tower Air' Jawa Barat

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 19:23 WIB | Oleh:
Jaga Kelestarian, TN Gunung Ciremai Dipastikan Kemenhut Tetap Jadi 'Tower Air' Jawa Barat Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Peserta berswafoto di kawasan Curug Cisurian, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (12/5). Kegiatan Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 inisiasi Kementerian Kehutanan ini dilaksanakan pada 11-13 Mei 2026 yang bertujuan mengangkat peran perempuan dalam aksi nyata pengelolaan hutan.

KUNINGAN, JAWA BARAT - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkomitmen menjaga kelestarian tutupan vegetasi hutan di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) guna mempertahankan fungsi vitalnya sebagai "Tower Air" bagi empat kabupaten di Jawa Barat.

Kepala Balai TNGC Toni Anwar mengatakan kawasan konservasi seluas 14.841,3 hektare tersebut memegang peran ekologis besar dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Kuningan, Majalengka, Cirebon, dan Indramayu.

"Taman Nasional Gunung Ciremai ini disebut Tower Air di Jawa Barat. Ada 97 titik mata air yang tidak pernah surut dan kualitasnya sangat murni hingga layak minum langsung dari sumbernya. Jika kondisi hutan berubah, maka masyarakat sekitar yang paling pertama terkena dampak krisis air," kata Toni di sela kegiatan forum "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030" Kemenhut di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (12/5).

Toni menjelaskan melalui upaya rehabilitasi yang konsisten, tutupan vegetasi di TNGC kini telah mencapai hampir 90 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dari kondisi sebelum tahun 2004 yang sempat terbuka akibat beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayur.

Selain fungsi hidrologis, TNGC menjadi habitat kunci bagi tiga spesies prioritas, yakni Elang Jawa, Macan Tutul, dan Surili. Keberadaan satwa-satwa tersebut menjadi indikator kesehatan lingkungan di gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

"Munculnya Macan Tutul di kamera pemantau atau perjumpaan dengan Surili menunjukkan habitat di sini masih terjaga. Kami menyebut mereka akamsi atau anak kampung sini, penghuni asli yang harus kita lindungi bersama habitatnya," ucap Toni.

Pengelolaan taman nasional tersebut, menurutnya, memang berbasiskan gerakan masyarakat. Dalam hal ini warga menjadi garda terdepan karena menyadari hubungan timbal balik antara hutan yang lestari dengan kemajuan ekonomi melalui wisata yang menarik.

TNGC kini mengelola sebanyak 30 titik Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dengan melibatkan masyarakat dari 54 desa penyangga, salah satunya Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Warga setempat yang dulunya penggarap lahan kawasan taman nasional kini alih profesi menjadi pengelola wisata sebagai bentuk pemberdayaan. "Hubungan timbal balik antara hutan yang lestari dengan kemajuan ekonomi melalui wisata yang menarik," kata Toni.

Kegiatan Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini dilaksanakan pada 11-13 Mei 2026 di kawasan TNGC. Forum ini diikuti perwakilan kehumasan kementerian/lembaga, lembaga konservasi swadaya masyarakat, serta pewarta nasional.

Eksibisi edukatif yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut tersebut bertujuan mengangkat peran perempuan dalam aksi nyata pengelolaan hutan dan pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Dalam hal ini Kemenhut berupaya menekan angka tersebut menjadi 1,2 miliar ton CO2 ekuivalen atau penurunan sebesar 1,6 miliar ton, yang 60 persennya bertumpu pada sektor kehutanan dengan memastikan angka deforestasi lebih rendah dari baseline sebesar 0,31 juta hektare per tahun.

Kemenhut berharap momentum ini memperkuat sinergi pemangku kepentingan dalam membangun narasi positif kebijakan kehutanan nasional melalui komunikasi publik yang efektif. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.