Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Media Sosial Mampu Membuat Orang Enggan Vaksin

24 Jumat, 13 Mar 2026, 11:44 WIB | Oleh:
Media Sosial Mampu Membuat Orang Enggan Vaksin Media Sosial Mampu Membuat Orang Enggan Vaksin Doc: ist
Ket. vaksinasi

JAKARTA – Rumor negatif yang beredar di media sosial mengenai imunisasi cukup berpengaruh sehingga masyarakat enggan vaksinasi bahkan untuk anaknya. “Padahal vaksin penting untuk menangkal penyakit menular,” kata Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso.

“Selain pengaruh pandemi, tapi hembusan kegalauan yang dihembus-hembuskan terus, apalagi sekarang media sosial kan banyak ya ada macem-macem,IG, ada threads, ada twitter, TikTok Itu semuanya bersama-sama menggalaukan masyarakat,” kata Piprim.

Ia mengatakan mewabahnya kasus campak di Indonesia sampai menimbulkan kasus kematian pada anak karena cakupan vaksinasi yang sangat kurang di beberapa daerah, sehingga tidak menciptakan kekebalan di lingkungan anak (herd immunity).

Piprim mengatakan sebelumnya kasus campak sudah mulai mereda di Indonesia karena cakupan imunisasi yang mencukupi untuk melindungi anak balita. Namun adanya rumor di media sosial yang menimbulkan ketakutan terhadap vaksin membuat cakupan kembali turun dan menyebabkan wabah kembali merebak.

“Karena campak itu paling menular, begitu cakupan imunisasinya terganggu, turun 20 persen saja, itu KLB-nya sudah heboh. Apalagi ada kantong-kantong yang memang sama sekali nggak mau vaksinasi. Dan itu sumber dari berkembangbiaknya virus di situ. Kemudian menyebar ke mana-mana,” kata Piprim.

Piprim mengatakan masyarakat diharapkan memprioritaskan ketakutan pada efek penyakit campak bukan pada vaksinnya, karena dampaknya sangat jelas dan bisa menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa anak.

Ia juga mengimbau menjelang libur Lebaran anak perlu dijaga dari kerumunan dan dilindungi terutama dari orang tidak dikenal yang menyentuh atau mencium di tengah situasi KLB campak ini.

Untuk proteksi, Piprim menyarankan jika sudah masuk waktu vaksinasi pada bayi dan balita segera lengkapi sebelum lebaran dan bertemu orang banyak sebagai salah satu upaya mencegah penyakit menular.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage

Wisata Kebun Stroberi Jadi Daya Tarik di Mamasa

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...

UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
UNDP Desak Percepatan Inves...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.