Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Tembus Rp16.886, Dampak Ngeri Konflik Timur Tengah Mulai Terasa ke Dompet Kita?

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Rupiah Tembus Rp16.886, Dampak Ngeri Konflik Timur Tengah Mulai Terasa ke Dompet Kita? Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3).

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu (11/3) sore seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar global akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Mata uang Garuda terkoreksi 23 poin ke level Rp16.886 per dolar AS, meskipun di sisi lain kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan penguatan ke posisi Rp16.867. Pakar dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai pergerakan rupiah saat ini berada dalam tekanan sentimen eksternal yang fluktuatif, sementara stabilitas domestik tetap terjaga berkat konsistensi Bank Indonesia di pasar valuta asing dan solidnya data konsumsi riil nasional.

“Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan stabil hingga menguat terbatas di tengah dinamika sentimen global. Dari sisi global, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, meredanya sebagian kekhawatiran pasar terkait eskalasi konflik di kawasan tersebut memberikan ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk menguat.

Selain itu, lanjut Amru, koreksi pada indeks dolar AS (DXY) setelah penguatan sebelumnya juga turut menopang pergerakan rupiah.

“Pelaku pasar saat ini juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” ungkap dia.

Melihat dari sisi domestik, sentimen positif datang dari kinerja konsumsi yang masih cukup solid, tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dilaporkan Bank Indonesia.

“Di samping itu, konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan stabilisasi di pasar valas juga turut membantu meredam volatilitas rupiah di tengah ketidakpastian global,” kata dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.867 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.979 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.