Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Lebaran, Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Meski demikian, Aloysius mengingatkan bahwa tekanan terhadap anggaran negara akan meningkat jika harga minyak dunia terus naik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak, kata dia, tidak hanya berdampak pada fiskal pemerintah, tetapi juga pada aktivitas dunia usaha.

“Kenaikan harga minyak akibat perang Iran melawan AS–Israel akan membuat beban fiskal semakin berat. Bersamaan dengan itu, gerak dunia usaha juga menjadi lebih lamban karena biaya produksi meningkat, mengingat BBM yang dipakai oleh pelaku usaha bukanlah BBM subsidi,” jelasnya.

Jika kondisi tersebut berlangsung cukup lama, lanjut Aloysius, dampaknya dapat menjalar ke harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Implikasi lanjutannya, harga kebutuhan pokok juga bisa ikut terkerek naik. Artinya, selain tekanan fiskal, Indonesia dapat dihadapkan pada inflasi yang meningkat,” katanya.

Dalam jangka pendek, menurut Aloysius, pemerintah masih memiliki beberapa instrumen untuk meredam tekanan tersebut. Salah satunya melalui pencairan berbagai bantuan sosial menjelang Lebaran serta pembayaran tunjangan hari raya (THR).

Selain itu, kebijakan diskon transportasi dan penerapan work from anywhere (WFA) bagi sebagian pekerja juga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat selama periode mudik.

Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih sangat tinggi, terutama jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut. “Dalam situasi Lebaran, kenaikan harga biasanya masih dapat diterima masyarakat. Tetapi yang perlu diantisipsi adalah perkembangan pasca Lebaran,” katanya.

Menurut dia, peringatan Presiden Prabowo agar masyarakat bersiap menghadapi dampak ketidakstabilan global menunjukkan bahwa pemerintah juga menyadari risiko ekonomi yang mungkin muncul.

Karena itu, Aloysius menilai pemerintah perlu menjadikan situasi saat ini sebagai momentum untuk melakukan koreksi terhadap kebijakan fiskal.

“Pemerintah seharusnya menempatkan situasi ini sebagai momentum untuk melakukan koreksi kebijakan, terutama terkait penerimaan dan pengeluaran negara,” katanya.

Ia menekankan bahwa pengelolaan fiskal perlu semakin rasional, termasuk dengan tidak memaksakan program-program ambisius yang membutuhkan anggaran besar, terutama jika implementasinya berpotensi tidak tepat sasaran.

“Pengelolaan fiskal harus semakin rasional, misalnya dengan tidak memaksakan program-program ambisius yang berbiaya besar, apalagi jika rawan ketidaktepatan implementasi,” ujar Aloysius.

Dorong Inflasi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.