Jelang Lebaran, Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
Ketidakpastian global masih sangat tinggi, terutama jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut.
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/3).
Menkeu mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Rerata perkembangan harga minyak dunia sebutnya masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu berarti APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara itu pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas,” kata Menkeu.
Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Aloysius Gunadi menilai pemerintah kemungkinan besar belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam waktu dekat, meskipun harga minyak dunia tengah meningkat akibat konflik Timur Tengah.
Menurut Aloysius, ada beberapa faktor yang membuat pemerintah cenderung menahan kebijakan tersebut, terutama karena Indonesia sedang mendekati momentum Lebaran.
“Dalam waktu dekat tampaknya pemerintah memang sulit untuk menaikkan harga BBM subsidi. Pertama, karena menjelang perayaan Idul Fitri pemerintah harus berada pada posisi menahan kenaikan harga BBM subsidi,” kata Aloysius.
Apalagi kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih juga membuat keputusan menaikkan harga BBM menjadi sangat sensitif secara politik.
“Di tengah banyaknya keluhan mengenai situasi sosial-ekonomi yang tidak benar-benar sehat, kalkulasi politik populis tidak akan berujung pada keputusan kenaikan harga BBM subsidi,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!