Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Jakarta Akan Perketat Pemilahan Sampah Agar Pengiriman ke TPST Bantargebang Berkurang

📅 Senin, 09 Mar 2026, 13:38 WIB | Oleh:
DKI Jakarta Akan Perketat Pemilahan Sampah Agar Pengiriman ke TPST Bantargebang Berkurang Doc: antara foto
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperketat sistem pemilahan sampah agar tidak seluruh sampah dari Jakarta dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

"Jumlah sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton per hari. Hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan, kemudian dikirim ke Bantargebang," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3).

Menurut dia, kebijakan pemilahan sampah ini juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan pemilahan yang lebih baik, tidak semua sampah perlu berakhir di tempat pembuangan akhir.

"Dan untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung. Dan sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang. Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan, karena daya tampungnya sudah sangat terbatas," jelas Pramono.

Saat ini, Pemerintah Jakarta menutup sementara zona 4A di TPST Bantargebang setelah terjadi longsor gunung sampah yang menewaskan empat orang.

"Yang ditutup hanya di zona 4A. Tetapi di zona 3 tetap digunakan untuk menampung,” kata Pramono.

Pramono mengatakan penutupan dilakukan agar proses penanganan dan pemulihan di area longsor dapat berjalan aman. Sementara itu, operasional pengiriman sampah dari Jakarta tetap berjalan dengan pengalihan ke zona lain.

Pramono juga menyebut Pemerintah Jakarta menyiapkan dua lokasi pembuangan sementara untuk menampung sampah dari Jakarta.

Adapun dua zona tambahan tersebut disiapkan bersifat sementara sambil menunggu penataan kembali area longsor di zona 4A.

Pemerintah berharap pemulihan bisa segera dilakukan agar operasional di zona tersebut dapat kembali normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.