Bapanas Dorong Penguatan Distribusi Pangan ke Kepulauan Seribu Melalui Skema Kemitraan Pedagang-BUMN
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 09:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA– Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong penguatan pasokan pangan ke wilayah pesisir dan kepulauan melalui optimalisasi distribusi dari Pasar Kronjo, Kabupaten Tangerang, menuju Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Hal tersebut diutarakan Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas, Budi Waryanto saat meninjau Pasar Kronjo di Kabupaten Tangerang, Banten, yang selama ini menjadi salah satu hub distribusi bahan pangan ke Kepulauan Seribu.
“Pasar Kronjo memiliki peran strategis sebagai salah satu simpul distribusi pangan menuju kawasan pesisir dan kepulauan. Karena itu perlu kita perkuat dari sisi pasokan, termasuk mendorong kemitraan pedagang dengan BUMN pangan,” terang Budi di Pasar Kronjo, Kabupaten Tangerang, Jum’at (6/3).
Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tersebut terpantau relatif stabil. Pedagang daging sapi menyebutkan harga paha depan sekitar Rp 135.000 per kg dan paha belakang Rp 140.000 per kg.
Sementara itu, tren positif terjadi pasca komoditas cabai rawit merah yang menyentuh harga Rp 100.000 per kg setelah sebelumnya sempat berada di angka Rp 120.000 per kg. Adapun daging ayam ras stabil di angka Rp 40.000 per kg.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, untuk pasokan Minyakita di Pasar Kronjo harus terus ditingkatkan, sehingga distribusi di wilayah Kabupaten Tangerang maupun Kepulauan Seribu dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau.
“Kami mendorong para pedagang untuk menjadi mitra Perum Bulog dalam menyalurkan Minyakita di Tangerang dan Kepulauan Seribu,” ungkap Budi.
Menurutnya, kemitraan pedagang dengan Bulog penting untuk memastikan pasokan Minyakita tersedia sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta memotong rantai distribusi agar penyaluran lebih efisien dan tepat sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mendukung langkah tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pedagang agar dapat segera menjadi mitra Bulog.
“Seperti arahan Pak Kepala tadi, kami dari pemerintah daerah akan mencermati dan mempercepat proses pembuatan NIB bagi para pedagang agar mereka bisa memesan Minyakita secara langsung dan aman. Dengan begitu mata rantai distribusi bisa kita pendekkan,” ujar Soma.
Diketahui bahwa sebagian besar pedagang cabai di Pasar Kronjo memperoleh pasokan dari Pasar Induk Tanah Tinggi. Oleh karenanya, sinergi pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna memastikan kelancaran pasokan ke pasar induk tersebut sehingga harga cabai dapat bergerak lebih wajar, terutama setelah kondisi cuaca membaik.
Melalui penguatan kemitraan pedagang dengan Bulog, percepatan penerbitan NIB, serta kelancaran distribusi dari hub pangan seperti Pasar Kronjo dan Pasar Induk Tanah Tinggi, diharapkan ketersediaan Minyakita dan bahan pangan pokok lainnya di Kabupaten Tangerang maupun Kepulauan Seribu dapat lebih terjamin.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!