Program Gizi Nestle Indonesia Sukses Turunkan Prevalensi Underweight Anak Sebesar 22,5%
📅 Kamis, 05 Mar 2026, 00:05 WIB | Oleh: Haryo Brono“Temuan baseline menunjukkan adanya kesenjangan pada pemenuhan energi dan zat gizi mikro penting seperti zat besi dan kalsium. Karena itu, intervensi difokuskan pada solusi yang realistis dan mudah diterapkan sehari-hari. Melalui edukasi, pendampingan kader, dan monitoring rutin, keluarga menjadi lebih percaya diri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta menerapkan praktik makan yang lebih baik di rumah,” tuturnya,
Gambaran pelaksanaan program pendampingan gizi juga turut dipaparkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, S.IP., M.PP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pendekatan pendampingan dan edukasi dalam intervensi di tingkat desa merupakan kunci penting dalam keberhasilan program.
“Pada program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) TP PKK tahun kemarin, kami menjadi orang tua asuh bagi 272 anak (di Kabupaten Batang). Kami ukur berat badan mereka sebelum program mulai, kemudian setiap bulan kita juga kerjasama dengan posyandu untuk menarik data berat badan mereka,” ujarnya.
“Alhamdulillah, 98 persen dari anak-anak tersebut berat badannya naik selama kita memberikan intervensi Genting. Satu hal yang saya sangat suka dari program pendampingan gizinya Nestlé adalah Nestlé memberi tahu caranya ke ibu-ibu di desa-desa di Batang,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Faelasufa, menuturkan, kesenjangan pengetahuan (knowledge gap) di desa itu nyata dan yang ia sukai adalah Nestlé itu mengajarkan tidak hanya memberi makan, tapi juga ada program pendampingannya untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di desa bahwa makanan yang bergizi itu gak perlu mahal.
Dampak program juga dirasakan langsung oleh keluarga penerima manfaat. Perwakilan Orang Tua Penerima Manfaat Intervensi Gizi dari Nestlé di Pasuruan, Himmatul Ulya, menyampaikan bahwa pendampingan dan edukasi kepada kader dan keluarga membantu pemahaman akan pentingnya gizi seimbang serta pemantauan rutin tumbuh kembang anak setiap harinya.
“Setelah mengikuti Program Pendampingan Gizi, kami lebih memahami kebutuhan gizi anak dan cara memantau pertumbuhannya. Anak kami yang sebelumnya berat badannya sulit naik mulai menunjukkan perbaikan, lebih aktif, dan nafsu makannya meningkat secara bertahap setelah mengikuti program dan pemantauan rutin bersama kader. Kami juga mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk seluruh keluarga,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ankur menambahkan, program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai intervensi jangka pendek, melainkan sebagai model pendekatan berkelanjutan yang memperkuat kapasitas keluarga, kader, dan komunitas dalam menjaga praktik gizi yang baik di tingkat rumah tangga, sejalan dengan komitmen global Nestlé untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030.
Keberhasilan program turut didukung oleh keterlibatan pemerintah daerah, Kemendukbangga, tenaga kesehatan, field officer, akademisi IPB, kader posyandu, serta komunitas lokal yang berperan dalam memastikan intervensi berjalan konsisten dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain intervensi kepada anak, program juga memperkuat edukasi keluarga melalui sesi pembelajaran gizi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan keamanan pangan, termasuk jajanan sehat. Dalam pelaksanaannya, karyawan Nestlé Indonesia turut terlibat dalam kegiatan volunteering untuk mendampingi kader posyandu dan keluarga penerima manfaat di lapangan. Keterlibatan ini memperkuat dukungan nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas gizi komunitas lokal.
Sebagai perusahaan “Good food, Good life”, Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan berkelanjutan terhadap agenda Pemerintah dalam penurunan dan pencegahan stunting melalui berbagai inisiatif, antara lain Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting), Program 100 Hari Pendampingan Gizi, serta Program Pendampingan Gizi 2025 yang merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids).
Ia menegaskan, ke depan, Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendekatan preventif melalui peningkatan kapasitas keluarga dan komunitas agar praktik gizi baik dapat diterapkan lebih dini dan berkelanjutan.
“Kami percaya keberlanjutan program terletak pada perubahan perilaku yang bertahan setelah intervensi selesai. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas komunitas akan terus menjadi fokus kami dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia,” lanjut Ankur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!