Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBMKG: Waspada Gelombang hingga 5 Meter di Perairan Selatan Bali

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 09:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBMKG: Waspada Gelombang hingga 5 Meter di Perairan Selatan Bali Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Awan hujan menggelayut di langit kawasan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (3/3/2026)

DENPASAR – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan selatan Bali yang diprakirakan mencapai hingga lima meter.

“Waspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bali,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah III Ariantika di Denpasar, Kamis (05/3).

BBMKG Denpasar menjelaskan potensi angin kencang di perairan utara dan selatan Bali diperkirakan hingga 40 knot atau sekitar 74 kilometer per jam yang bergerak dari arah barat daya-barat laut pada 3–6 Maret 2026.

Sementara itu pada Kamis ini diprakirakan Bali diguyur hujan ringan dengan kecepatan angin diprakirakan mencapai hingga 48 kilometer per jam.

Kemudian pada Jumat (6/3), lanjut dia, Bali diprakirakan berawan dengan kecepatan angin mencapai hingga 46 kilometer per jam.

Sedangkan pada 5 Maret, BBMKG Denpasar juga menerbitkan peringatan dini angin kencang di Badung, Denpasar, Jembrana, Tabanan, dan Klungkung. Kemudian angin kencang pada 6 Maret diprakirakan terjadi di Badung, Jembrana, Denpasar dan Buleleng.

Pada 7-8 Maret 2026, kata dia, angin kencang diprakirakan terjadi di Badung dan Karangasem.

BBMKG Denpasar menjelaskan kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Selanjutnya, operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Sedangkan pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu BMKG melalui Info BMKG yang diperbarui pada Kamis ini menyebutkan kondisi cuaca itu dipengaruhi rangkaian bibit siklon 90S yang berada di Samudera Hindia selatan Banten-Jawa Barat.

Bibit siklon itu berpeluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah timur dalam periode 24 jam ke depan.

Selain itu ada juga bibit siklon 93S di sebelah pesisir barat laut Australia dan berpeluang rendah menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan.

Bibit siklon 92P juga terdeteksi di Teluk Carpentaria, sebelah selatan Papua Selatan yang cukup jauh dari wilayah Bali, namun perlu diwaspadai pergerakannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.