Pemprov Terus Tekan “Stunting” dan TBC
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 01:20 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
JAKARTA – Demi mewujudkan sumber daya unggul, maka Pemprov Jakarta terus berupaya menurunkan kekerdilan (stunting) dan pembasmian TBC. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan percepatan penurunan stunting dan tuberkulosis (TBC) akan dilakukan dengan maksimalisasi fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Komitmen tersebut ditegaskan saat melantik Ketua Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten. Saat itu, juga diadakan pengukuhan Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Jakarta untuk 2025-2030 di Balai Kota Jakarta, Selasa (3/3).
Pramono menyatakan, pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan dasar, khususnya sektor kesehatan, yang menjadi prioritas Pemprov Jakarta. “Posyandu mempunyai tugas yang sangat penting,” jelasnya. Pramono menginginkan Posyandu ikut berperan aktif dalam penanganan stunting, TBC, dan persoalan kesehatan lainnya.
“Ini harus kita kerjakan bersama antara Pemprov Jakarta dan Posyandu,” tegasnya. Gubernur mengingatkan, pelantikan ini merupakan kepercayaan besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Dia berharap, kepercayaan ini mudah-mudahan bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Pramono menegaskan, selama ini terus mengutamakan pembangunan pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Pramono juga menyinggung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Mereka adalah pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat. Dia menekankan sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama Pemprov Jakarta.
KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga penguatan layanan kesehatan seperti Pasukan Putih akan terus dilanjutkan dan diperbaiki. Untuk TBC, Pemprov berharap tahun depan peringkat Jakarta bisa jauh lebih baik. Begitu pula dengan stunting, harus ada kerja lapangan yang konkret. Sedangkan Posyandu harus terlibat aktif di dalamnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan komitmen Pemprov Jakarta untuk memastikan seluruh warga, tanpa kecuali, mendapatkan pelayanan hidup yang lebih sehat, tumbuh optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik. “Semua warga Jakarta harus mendapatkan pelayanan yang sehat dan berkualitas. Itu menjadi dasar utama kita membangun Jakarta ke depan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua TP Posyandu Jakarta, Hani Pramono, menyebut Posyandu merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini khususnya dalam memastikan ibu hamil memperoleh layanan memadai. Juga bayi dan balita tumbuh sehat. Kemudian, keluarga mendapatkan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
“Ke depan, Posyandu tidak hanya hadir sebagai tempat pelayanan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran keluarga sehat, pusat pemantauan tumbuh kembang anak. Posyandu juga menjadi pusat gerakan hidup sehat masyarakat perkotaan,” paparnya.
Hani mengajak, seluruh Tim Pembina Posyandu Provinsi Jakarta 2025-2030 yang baru dilantik untuk menyatukan visi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan kapasitas dan profesionalitas kader.
“Kami berharap pelayanan Posyandu semakin berkualitas dan merata bagi seluruh warga,” tandasnya. Dengan begitu, manfaat Posyandu benar-benar dirasakan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan harus menjadi kekuatan utama dalam pelayanan.
Mewakili seluruh pengurus TP Posyandu, Hani juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jakarta atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Dia berharap, semoga tugas ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi demi kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!