Omron Hadirkan Teknologi TENS Terbaru untuk Kelola Nyeri Otot Secara Mandiri setelah Olahraga
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 23:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
JAKARTA— Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga membawa dampak positif bagi kesehatan. Namun, aktivitas tanpa pemanasan memadai maupun manajemen pemulihan seperti pendinginan dapat meningkatkan risiko nyeri otot dan cedera.
Review ilmiah terbaru tahun 2025 yang dipublikasikan ResearchGate menegaskan bahwa pemanasan membantu menurunkan risiko cedera, sementara pendinginan berperan dalam mendukung proses pemulihan serta membantu mengurangi keluhan nyeri setelah aktivitas fisik.
Untuk membantu masyarakat mengelola nyeri otot dan sendi secara praktis di tengah gaya hidup aktif, Omron Healthcare Indonesia memperkuat portofolio solusi terapi nyeri dengan memperkenalkan perangkat terbaru berbasis TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation). Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan menghadirkan inovasi kesehatan berbasis teknologi yang mudah diakses serta relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus meningkat, dan kami melihat kebutuhan terhadap solusi pemulihan yang praktis serta berbasis teknologi juga semakin besar. Omron ingin berkontribusi tidak hanya melalui perangkat kesehatan, tetapi juga dengan mendorong pemahaman bahwa pemulihan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang,” ujar Director Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe dalam peluncuran perangkat tersebut di Jakarta pada hari Rabu (4/3).
Secara global, gangguan muskuloskeletal masih menjadi salah satu penyebab utama disabilitas. World Health Organization (WHO) dalam WHO Guideline on Chronic Low Back Pain (2023) melaporkan sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada 2020, dan jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup serta penuaan populasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, risiko cedera otot dan sendi juga ikut meningkat. Studi epidemiologi olahraga global seperti Injury Epidemiology in Elite Adult Field-Based Team Sports (ScienceDirect, 2023), menunjukkan cedera cukup umum terjadi saat aktivitas fisik, terutama pada lutut dan pergelangan kaki akibat gerakan repetitif.
Tren ini juga terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sosial seperti padel, yang mengombinasikan pergerakan cepat, perubahan arah, dan aktivitas raket. Kondisi tersebut menegaskan bahwa peningkatan aktivitas fisik perlu diimbangi dengan pemahaman pencegahan cedera serta pemulihan otot dan sendi yang tepat.
Edukasi mengenai manajemen nyeri dan akses terhadap solusi terapi yang praktis menjadi semakin penting agar masyarakat dapat tetap aktif berolahraga secara aman tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dr. Ega Jaya, Sp.KFR, AIFO-K, spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Heisei Rehabilitation Clinic, nyeri pasca-aktivitas sering muncul akibat peningkatan intensitas latihan secara mendadak, teknik gerakan yang kurang tepat, atau minimnya pemanasan.
“Pendekatan non-farmakologis seperti stimulasi saraf listrik dapat membantu mengurangi persepsi nyeri dan mendukung relaksasi otot, sehingga proses pemulihan menjadi lebih optimal jika digunakan sesuai anjuran,” jelasnya.
Melihat kebutuhan pemulihan yang semakin relevan tersebut, solusi terapi nyeri yang praktis dan dapat digunakan secara mandiri menjadi salah satu opsi yang semakin dipertimbangkan masyarakat. Sebagai perusahaan global di bidang perangkat kesehatan, Omron telah lama menghadirkan teknologi terapi nyeri untuk penggunaan rumahan.
Melanjutkan komitmen tersebut, Omron kini memperkenalkan dua perangkat terbaru, Omron Sport TENS HV-F030 dan Omron TENS HV-F230, sebagai bagian dari penguatan lini solusi terapi nyeri yang semakin personal, praktis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat aktif saat ini.
Omron Sport TENS HV-F030 dirancang untuk mendukung pemulihan setelah aktivitas fisik maupun olahraga rutin. Perangkat ini merupakan satu-satunya produk TENS dari Omron yang memiliki satu bantalan otot dan dua bantalan sendi, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan pemasangan bantalan pada bagian tubuh yang nyeri.
Dilengkapi lima mode terapi, 15 tingkat intensitas yang dapat disesuaikan, serta sesi terapi otomatis selama 15 menit, perangkat ini praktis digunakan setelah berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan harian hingga olahraga dengan intensitas cukup tinggi, seperti padel. Desainnya yang ringkas dan portabel juga memudahkan penggunaan kapan saja sesuai kebutuhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!