Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Eksperimen Sosial CekTemanSebelah 2.0 Tunjukkan Melaporkan Kebaikan Tingkatkan Empati Remaja 5 Kali Lipat

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 12:15 WIB | Oleh:
  Hasil Eksperimen Sosial CekTemanSebelah 2.0 Tunjukkan Melaporkan Kebaikan Tingkatkan Empati Remaja 5 Kali Lipat Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Acara diskusi media dan buka bersama bertajuk Eksperimen Sosial: CekTemanSebelah 2.0, di Jakarta pada hari Senin (3/3). Melalui metode tootling (melaporkan kebaikan teman) selama 10 hari, siswa SMA terbukti menjadi 5 kali lebih prososial dan lebih mampu memahami perspektif orang lain. Simak temuan lengkap Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi di sini.

JAKARTA – Di tengah narasi publik yang sering menggambarkan remaja Indonesia sebagai generasi yang rapuh dan rentan gangguan mental, sebuah eksperimen sosial berbasis sekolah justru menunjukkan temuan sebaliknya. Ternyata, remaja Indonesia memiliki modal prososial dan sikap empati yang sangat kuat dan bisa dibentuk secara signifikan melalui intervensi sederhana di lingkungan sekolah.

Program CekTemanSebelah 2.0: “Laporkan Kebaikan Teman”, yang diinisiasi oleh Health Collaborative Center (HCC), dengan Ketua Tim Eksperimen sekaligus Ketua HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama Direktur Eksekutif HCC Bunga Pelangi, MKM, membuktikan bahwa perilaku melaporkan kebaikan teman (tootling) secara terstruktur selama 10 hari mampu meningkatkan empati dan sikap prososial remaja secara signifikan.

Menurut Ray, dalam intervensi yang melibatkan 699 siswa SMA di Jakarta, dengan 541 siswa menyelesaikan program penuh selama 10 hari, dibuktikan bahwa ternyata remaja pelajar SMA yang terlibat aktif dalam pelaporan kebaikan menunjukkan 5 kali lebih empati, 5 kali lebih prososial, dan hampir 4 kali lebih tinggi perspective-taking atau kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Lebih lanjut dr. Ray mengungkapkan, intervensi eksperimen sosial ini sebenarnya terinspirasi dari metode tootling atau melaporkan kebaikan dan tindakan positif teman sebaya selama di sekolah. Di beberapa negara maju, metode ini bahkan telah menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis kurikulum dasar.

“Di akhir eksperimen ini terdapat 4.710 laporan kebaikan terkumpul hanya dalam 10 hari, artinya ada daya multiplikasi 10 kali lipat dalam satu intervensi sederhana. Bahkan 8 dari 10 pelajar merasakan perubahan positif setelah mengikuti program. Mereka yang aktif melaporkan kebaikan memiliki 11 kali peluang lebih besar merasakan perubahan positif,” ujar Ray dalam diskusi media dan buka bersama bertajuk Eksperimen Sosial: Cek Teman Sebelah, di Jakarta pada hari Senin (3/3).

Temuan tersebut menunjukkan bahwa praktik sederhana berupa “melaporkan kebaikan teman” mampu memperkuat fondasi psikologis remaja dalam waktu singkat.

Fakta dan Temuan Menarik Lainnya

Sebesar 77% siswa melaporkan kebaikan sebagai bentuk mengucapkan terima kasih, 71% sebagai bentuk apresiasi, 50% sebagai balas kebaikan, 41% untuk menginspirasi teman lain, dan 34% agar kebaikan diketahui publik. “Menariknya, siswa perempuan memiliki peluang 34 kali lebih besar melaporkan kebaikan kepada sesama perempuan dibandingkan kepada siswa laki-laki, menunjukkan dinamika sosial yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi intervensi selanjutnya,” kata Ray yang sering memberi edukasi lewat akun Instagram @ray.w.basrowi ini.

Implikasi Kesehatan Mental Remaja

Program ini mengukur 6 aspek emosional remaja (termasuk gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, relasi teman sebaya, skor kesulitan, dan prososial), serta aspek empati menggunakan Interpersonal Reactivity Index. Menurut Psikolog Klinis Puskesmas Ciracas yang juga elaborator eksklusif eksperimen sosial ini, Sulastry Pardede, M.Psi., Psikolog, “Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku prososial yang dilatih melalui tootling CekTemanSebelah ini meningkatkan empati dan solidaritas, mengurangi rasa ketidaknyamanan diri, membentuk reaksi sosial positif, dan memperkuat hubungan antar teman sebaya."

Kesimpulan Strategis

Tim Eksperimen Sosial CekTemanSebelah 2.0 membuktikan bahwa dengan melatih siswa untuk melaporkan kebaikan teman selama 10 hari mampu membuat remaja: 5 kali lebih empati, 5 kali lebih prososial, dan 4 kali lebih mampu memahami perspektif orang lain. Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan jiwa remaja, pendekatan berbasis kekuatan (strength-based intervention) seperti ini menunjukkan bahwa solusi tidak selalu harus kompleks atau mahal. Program ini membuka peluang besar bagi penguatan promosi kesehatan jiwa berbasis sekolah secara nasional.

Ditemui di tempat yang sama, Naeni Rohmawati, S.Pd. (Guru BK – MAN 2 Jakarta Timur), mengatakan bahwa sebagai guru BK, ia melihat langsung bagaimana suasana kelas berubah selama program ini. Siswa yang biasanya pasif mulai berani mengapresiasi temannya. Program ini sederhana, tetapi dampaknya nyata: empati tumbuh, interaksi menjadi lebih hangat, dan ruang kelas terasa lebih aman secara emosional.

Dampak CekTemanSebelah langsung dirasakan oleh siswa-siswa yang ikut eksperimen ini. Donita Putri Shanum (Pelajar X-D – MAN 2 Jakarta Timur), mengatakan, “Awalnya saya kira ini hanya tugas menulis biasa, tapi ternyata setelah melaporkan kebaikan teman, saya jadi lebih sadar bahwa di sekitar saya banyak hal baik yang sering terlewat. Rasanya senang bisa mengapresiasi teman, dan ternyata itu juga bikin saya merasa lebih positif.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PLN Kawal Keandalan Listrik...
Megapolitan
PLN UID Jakarta Raya Perkua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.