DKI Jakarta dan Jawa Timur Perkuat Misi Dagang Demi Stabilitas Harga Nasional
📅 Senin, 02 Mar 2026, 15:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto menghadiri Misi Dagang dan Investasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Menara Peninsula, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (2/3). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis memperkuat konektivitas antardaerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih terintegrasi.
Uus menyampaikan, bagi DKI Jakarta, misi dagang merupakan instrumen penting untuk memperkuat integrasi pasar dalam negeri. Selain memperpendek rantai pasok, kolaborasi ini juga dinilai mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional berbasis sinergi antardaerah.
"Bagi DKI Jakarta, misi dagang merupakan instrumen strategis untuk memperkuat integrasi pasar dalam negeri, memperpendek rantai pasok, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional berbasis kolaborasi antardaerah," ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama lintas provinsi menjadi kebutuhan, mengingat struktur ekonomi DKI Jakarta lebih berperan sebagai pusat konsumsi, jasa, keuangan, dan distribusi nasional. Dalam konteks tersebut, pasokan dari daerah produsen seperti Jawa Timur menjadi penopang utama kebutuhan warga Ibu Kota.
"Sementara itu, struktur ekonomi Jawa Timur didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Ini menjadi basis pasokan utama bagi kebutuhan pasar Jakarta karena Jakarta bukan daerah produsen, melainkan daerah konsumen. Karena itu, kehadiran Jawa Timur menjadi salah satu penopang kebutuhan warga DKI Jakarta," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Uus menambahkan, sinergi kedua provinsi telah menunjukkan hasil konkret dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, misi dagang serupa menghasilkan komitmen transaksi lebih dari Rp750 miliar melalui 103 transaksi dagang yang disertai penandatanganan perjanjian kerja sama.
Selanjutnya, pada Juni 2025, DKI Jakarta dan Jawa Timur menyepakati kerja sama prioritas di berbagai bidang melalui Fasilitas Mitra Praja Utama (MPU). Bidang tersebut meliputi ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan publik, pariwisata, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, penanganan bencana, hingga sektor sosial.
Menurut Uus, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kerangka kolaborasi regional yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada hasil terukur. Ia berharap misi dagang kali ini mampu meningkatkan volume perdagangan, memperluas jejaring usaha, serta mengaktifkan kerja sama sektoral yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"DKI Jakarta berkomitmen menjalankan peran sebagai market stabilizer, financial hub, dan agregator nilai tambah dalam perdagangan domestik. Kolaborasi Jawa Timur dan DKI Jakarta diyakini memiliki efek pengganda terhadap stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing nasional. Mari kita perkuat integrasi pasar dalam negeri sebagai fondasi ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan misi dagang ini tidak hanya berorientasi pada transaksi komoditas. Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem rantai pasok yang tangguh dan efisien.
"Kita ingin memastikan apa yang dihasilkan petani, peternak, dan pelaku UMKM di Jawa Timur dapat terserap optimal di pasar Jakarta dengan harga stabil dan kualitas terjaga. Ini adalah upaya bersama untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat," ungkapnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut menampilkan beragam produk UMKM asal Jawa Timur serta penandatanganan perjanjian kerja sama antarpelaku usaha. Sebanyak 175 pelaku usaha dari berbagai sektor hadir untuk membangun jejaring dan memperlancar arus informasi barang antara kedua provinsi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!