Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Euforia Awal Tahun Pupus: IHSG Sepanjang 2026 Melemah 5,76 Persen, Tertekan Sentimen MSCI

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Euforia Awal Tahun Pupus: IHSG Sepanjang 2026 Melemah 5,76 Persen, Tertekan Sentimen MSCI Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kecenderungan melemah sepanjang dua bulan pertama 2026 sebesar 411,45 poin atau sekitar 5,76 persen.

Meski sempat menembus level psikologis 9.000 pada Januari, momentum tersebut tak bertahan lama. Tekanan muncul setelah rilis rebalancing dari MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang memicu penyesuaian portofolio oleh investor global.

Rebalancing MSCI lazimnya berdampak signifikan pada pasar negara berkembang seperti Indonesia, karena memengaruhi bobot saham-saham dalam indeks acuan global.

Saham yang mengalami penurunan bobot atau terdepak dari indeks cenderung mengalami tekanan jual, sementara saham yang masuk indeks belum tentu langsung menopang sentimen jika dibayangi aksi ambil untung.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan IHSG saat ini lebih sensitif terhadap arus modal asing dan dinamika eksternal ketimbang faktor fundamental domestik semata.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/2) sore ditutup menguat 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data-data ekonomi domestik maupun mancanegara pada pekan depan.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,53 poin atau 0,42 persen ke posisi 834,36.

Sebagai perbandingkan, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagan akhir tahun lalu atau pada 30 Desember 2025 berada di level 8.646,94.

“Menantikan sejumlah data indikator ekonomi penting pada pekan depan," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Sebelumnya, IHSG bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan akibat sentimen negatif ketidakpastian tarif Amerika Serikat (AS), peringatan mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia dari S&P Global Ratings, serta rebalancing MSCI pada akhir bulan.

Pada pekan depan, dari dalam negeri, dijadwalkan rilis sejumlah data indikator ekonomi penting, di antaranya S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, serta inflasi Februari 2026, yang ketiga data itu akan dirilis pada Senin (2/3).

Selain itu, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa periode Februari 2026 pada Jumat (6/3).

Dari AS, pelaku pasar menantikan beberapa data ekonomi, diantaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm Payrolls (NFP), unemployment rate dan Retail Sales.

Dari tingkat global, pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi, diantaranya inflasi periode Februari 2026 di Euro Area, indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence dari Jepang, serta retail sales dari Euro Area.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.