Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Forum Internasional Cari Solusi Problem Jabodetabek

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 03:23 WIB | Oleh:
Forum Internasional Cari Solusi Problem Jabodetabek Doc: AFP/BAY ISMOYO

JAKARTA – Pada bulan Juli nanti akan diselenggarakan forum internasional yang membahas persoalan dan problem aglomerasi Jabodetabek untuk dicarikan solusi. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendukung agenda konferensi internasional yang membahas wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tersebut. 

Konferensi yang diberi nama “The 8th International Conference of Jabodetabek Study Forum” itu akan diselenggarakan Juli 2026. Penyelenggaranya adalah IPB University, Institut Teknologi Bandung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kyoto University.

“Forum ini diharapkan tidak sekadar menjadi konferensi akademik biasa, melainkan ruang strategis yang mampu merumuskan strategi, kebijakan, hingga langkah implementasi yang konkret,” kata Rachmat Pambudy saat menerima audiensi perwakilan civitas academica dari berbagai instansi tersebut, Kamis (26/2).

Rachmat juga menekankan pentingnya arah yang jelas agar konferensi menghasilkan rekomendasi yang berdampak dan tidak berhenti pada diskusi konseptual semata.

Tema yang diangkat dalam konferensi ke-8 adalah penelitian tentang pengelolaan megacity Jabodetabek yang saat ini telah berkembang menjadi salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia, namun belum memiliki pengelolaan kawasan terintegrasi secara khusus.

Kompleksitas persoalan perkotaan Jakarta dan sekitarnya menjadikan kajian mendalam mengenai tata kelola megacity semakin mendesak.

“Permasalahan perkotaan Jakarta sangat kompleks. Karena itu, saya sangat bersyukur dan mengapresiasi adanya inisiatif untuk menyelenggarakan konferensi seperti ini. Semoga forum ini dapat menghasilkan solusi yang nyata,” ujar Kepala Bappenas.

Isu resiliensi menjadi salah satu topik kunci yang akan dibahas, mengingat berbagai tantangan nyata yang dihadapi kawasan perkotaan dewasa ini, meliputi aspek kesehatan, ekonomi, sosial, hingga perubahan iklim.

Sebagai negara dengan sejumlah kawasan metropolitan besar, Indonesia memiliki urgensi untuk memastikan proses mega-urbanisasi berjalan secara tangguh (resilient) dan berkelanjutan (sustainable).

Menurut dia, Indonesia juga berpeluang menjadi model praktik baik dalam tata kelola megacity. Pembelajaran internasional, termasuk pengalaman Jepang melalui Kyoto University, diharapkan dapat memperkaya desain kebijakan ­domestik.

Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hal ini khususnya transformasi ekonomi berkelanjutan, pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim. Kemudian, penguatan daya saing kawasan dan sistem perkotaan nasional, serta reformasi tata kelola dan kelembagaan pembangunan.

“Saya berharap rangkaian konferensi ini dapat menjadi stepping stone atau pijakan strategis bagi kita untuk memiliki dasar yang kuat dalam membangun kembali Jakarta ke depan,” ucap Rachmat Pambudy.

Pencemaran Udara

Sementara itu, Pemprov Jakarta menegaskan, pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan oleh satu ­wilayah secara parsial. Ini diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) serta kolaborasi lintas wilayah sekitar Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Daerah
Hadapi Kekeringan, BPBD Cil...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.