Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Formasi Jadi Kunci di Debut Herdman

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 06:23 WIB | Oleh:
Formasi Jadi Kunci di Debut Herdman Doc: Patrick T. FALLON / AFP
Ket. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan Grup F Piala Dunia Qatar 2022.

JAKARTA - Laga FIFA Series 2026 akan menjadi panggung pertama John Herdman bersama Timnas Indonesia. Dengan persiapan minim dan kedatangan pemain yang bertahap, keputusan soal formasi diprediksi menjadi faktor penentu arah permainan Skuad Garuda.

Timnas Indonesia menghadapi St Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series, 27 Maret 2026. Publik bukan hanya menanti hasil akhir, tetapi juga racikan taktik yang akan diperkenalkan pelatih asal Inggris tersebut.

Pergantian pelatih kerap identik dengan perubahan pendekatan. Sebelumnya, Skuad Garuda sempat merasakan sentuhan Shin Tae-yong yang mengandalkan disiplin dan fleksibilitas. Lalu pendekatan berbeda dari Patrick Kluivert yang menekankan keseimbangan lini. Kini, Herdman datang dengan pekerjaan rumah yang tak kalah rumit: menentukan formasi paling efektif dalam waktu yang sangat terbatas.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai bahwa Herdman sebenarnya tinggal memutuskan formasi terbaik yang sesuai dengan karakter Jay Idzes dan kawan-kawan. “Dia sudah melakukan banyak pertemuan dengan pemain kunci. Itu bagus untuk bertukar pikiran,” ujarnya.

Masalahnya, waktu tak berpihak. Para pemain diaspora yang merumput di Eropa baru bisa berkumpul empat hingga lima hari sebelum laga. Sejumlah klub di Belanda, Prancis, Jerman, hingga Italia masih menjalani pertandingan pada tanggal 22 Maret. Praktis, sebagian besar pemain baru tiba 23 atau 24 Maret.

Situasi itu membuat Indonesia memilih 27 Maret sebagai hari pertandingan pertama, meski kalender FIFA mencantumkan periode 23–31 Maret. “Itu bagus untuk recovery pemain,” kata pria yang akrab disapa Bung Ropan tersebut.

Senada, mantan penyerang timnas Indriyanto Nugroho menilai kunci utama ada pada filosofi bermain. “Yang layak dinanti, apa filosofi yang akan digunakan? Apakah bisa masuk ke pemain atau tidak? Ini berkaitan langsung dengan formasi dan strategi,” ujarnya.

Indriyanto menekankan, perubahan formasi bukan hal asing bagi pemain. Dia pernah mengalaminya saat dilatih arsitek asal Italia, Romano Matte. Ketika itu, tim beralih dari skema 3-5-2 menjadi 4-4-2. Adaptasi memang dibutuhkan, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.