Buntut Kecelakaan Koridor 13, DPRD DKI Desak Transjakarta Benahi Jam Kerja Sopir
📅 Jumat, 27 Feb 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, menyoroti perlunya evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem manajemen operasional Transjakarta. Hal itu menyusul insiden kecelakaan dua armada di Koridor 13 yang mengakibatkan 24 penumpang mengalami luka ringan.
Francine menyayangkan peristiwa tersebut dan menilai kejadian itu tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Ia menegaskan aspek keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam layanan transportasi publik.
"Kecelakaan Bus Transjakarta belum lama ini sangat disayangkan," ujar Francine, Kamis (26/2).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kecelakaan terjadi karena salah satu pengemudi kehilangan konsentrasi akibat mengantuk. Bus keluar jalur hingga memasuki lajur berlawanan dan menabrak armada lain yang melintas.
Menurut Francine, kondisi pengemudi yang tidak prima menjadi faktor krusial yang harus dibenahi secara sistemik. Ia menegaskan tidak boleh ada sopir yang bertugas dalam kondisi kelelahan atau kurang istirahat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Para sopir tidak boleh mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk. Transjakarta harus memastikan sopirnya selalu berada dalam kondisi prima ketika berkendara," katanya.
Ia menilai kelelahan bisa dipicu oleh jarak tempuh yang jauh dari tempat tinggal pengemudi menuju depo tempat pengambilan bus. Situasi tersebut berpotensi membuat pengemudi sudah dalam kondisi lelah sebelum mulai bekerja di lapangan.
"Sehingga mereka sudah lelah sebelum berkendara di jalan," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Francine mendorong adanya pengaturan kerja yang lebih manusiawi, termasuk pembagian waktu kerja dan istirahat yang proporsional. Selain itu, sistem pergantian shift dan pengaturan jarak tempuh menuju depo perlu ditata ulang agar tidak membebani pengemudi.
"Untuk menjaga kondisi para pengendara Transjakarta terhindar dari kelelahan fisik maupun mental," tuturnya.
Ia juga mengusulkan penugasan pengemudi disesuaikan dengan lokasi tempat tinggal yang lebih dekat dengan depo. Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan risiko kelelahan sebelum bertugas dan meningkatkan keselamatan operasional.
"Memastikan kecelakaan ini tidak terulang lagi di kemudian hari," pungkas Francine.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!