Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapal Induk Garibaldi Memerlukan 500 Personel

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 12:47 WIB | Oleh:
Kapal Induk Garibaldi Memerlukan 500 Personel Doc: ist
Ket. kapal induk garibaldi

JAKARTA – Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk. Sementara Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan TNI AL harus menyiapkan kurang lebih 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia's Blue Water Transition: Why High-Value ASW/ AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu.

Yayan melanjutkan jumlah kru kapal bahkan diperkirakan bisa lebih dari 500 karena belum mencakup kru tidak inti yakni di luar kru navigasi hingga penerbang. Selain kru, jajarannya juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal.

Belum lagi kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di atas kapal dalam waktu lama. "Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," kata Yayan.

Walau harus melakukan banyak persiapan, Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk maksimal. Hingga saat ini, TNI Al masih menunggu proses akuisisi yang berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan dan pihak Italia dan juga Fincantieri selaku galangan kapal.

150 Pesawat

Sementara itu,Lebih dari 150 pesawat tempur Amerika Serikat disiagakan di sejumlah titik di Eropa dan Timur Tengah di tengah ketegangan yang terjadi dengan Iran, demikian laporan Washington Post pada Selasa. Menurut citra satelit yang diambil Jumat (20/2), sudah ada lebih dari 60 pesawat tempur AS, termasuk selusin jet tempur F-35, bersiaga di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Data penerbangan juga menunjukkan bahwa Washington telah menempatkan lebih dari sepertiga armada pesawat pengintai E-3G Sentry ke Eropa dan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Kemudian, pesawat tanker dan sedikitnya sebuah pesawat pengintai diketahui telah bersiaga di Bandara Chania, Pulau Kreta, Yunani, sejak 17 Februari. Video dari Bandara Chania pada Sabtu (21/2) memperlihatkan ada 10 lagi pesawat jet F-35 di antara pesawat-pesawat tempur yang sudah ada.

Puluhan pesawat tambahan serta sistem anti-rudal yang dilengkapi misil Tomahawk terlihat sudah disiagakan di kapal-kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford. Selain itu, belasan pesawat tempur F-22A Raptor sudah ada di Pangkalan Udara Lakenheath di Inggris dan sekurangnya satu unit jet tempur F-16 Fighting Falcon dilaporkan mendarat di Azores, wilayah otonom Portugal di Samudera Atlantik. Menurut Washington Post, setengah lebih dari pesawat-pesawat yang baru dikerahkan tersebut telah mendarat di pangkalan udara Eropa, yang titiknya berada di luar jangkauan sebagian besar rudal Iran.

Sebelumnya pada Senin (23/3), menurut laporan The New York Times dengan mengutip sumber, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran jika perundingan atau sebuah serangan terbatas tidak menimbulkan hasil yang diharapkan.

Sementara itu,juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaili Baghaei menegaskan Iran akan menganggap "serangan terbatas" AS dalam bentuk apa pun sebagai tindakan agresi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Wali Kota Bogor Paparkan St...
Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.