Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBPOM Mataram Paparkan Cara Sederhana Deteksi Pangan Berbahaya

3 Rabu, 25 Feb 2026, 15:47 WIB | Oleh:
BBPOM Mataram Paparkan Cara Sederhana Deteksi Pangan Berbahaya BBPOM Mataram Paparkan Cara Sederhana Deteksi Pangan Berbahaya Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Sejumlah pedagang melayani pesanan pembelian takjil di Pasar Ramadan BTN Pagutan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (20/2 ).

MATARM -- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menyatakan masyarakat awam dapat mengenali ciri-ciri pangan olahan yang mengandung bahan berbahaya melalui pengamatan sederhana secara kasat.

"Jika makan kerupuk, lalu lidah terasa getir, maka kerupuk itu terindikasi mengandung boraks," kata Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso di Mataram, Rabu.

Yogi mengatakan kerupuk yang tetap renyah meski sudah dikeluarkan dari kemasan dan disimpan pada suhu ruangan selama dua hingga tiga hari juga bisa menjadi indikasi penggunaan bahan berbahaya.

Menurutnya, hal serupa bisa ditemukan pada mi basah atau mi kuning. Jika mi yang disimpan pada suhu ruang tidak basi keesokan hari, maka mi tersebut kemungkinan juga mengandung bahan berbahaya.

"Berdasarkan pengalaman kami, produk takjil berbahaya (seringkali) mengandung bahan-bahan, seperti rhodamin B, formalin, borax, atau metanil yellow," ucap Yogi.

Berbagai senyawa berbahaya tersebut dapat menyebabkan iritasi pencernaan, merusak hati dan ginjal, mengganggu sistem saraf, serta meningkatkan risiko kanker bila dikonsumsi berulang oleh manusia.

Yogi menyampaikan kategori bahan pangan basah, seperti ikan, ciri yang mudah dikenali adalah tidak dikerubungi lalat. Jika itu terjadi, maka besar kemungkinan ikan tersebut mengandung formalin.

Menurutnya, ciri-ciri fisik yang bisa dilihat secara kasat mata menjadi alarm awal bagi masyarakat agar selektif dalam memilih makanan dan minuman yang layak konsumsi.

"Ciri-ciri itu bisa digunakan masyarakat untuk memilah dan memilih pangan, sehingga risiko paparan zat berbahaya dapat ditekan," kata Yogi.

Selama periode Ramadan, BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota terus meningkatkan pengawasan pangan mengingat konsumsi masyarakat cenderung meningkat pada momen tersebut.

BBPOM Mataram berperan membantu memastikan mutu dan keamanan pangan yang beredar melalui serangkaian uji cepat hingga uji laboratorium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.