Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Perbankan Tanpa Batas 2026: Accenture Ungkap 6 Tren Utama yang Mengubah Industri

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 18:43 WIB | Oleh:
 Era Perbankan Tanpa Batas 2026: Accenture Ungkap 6 Tren Utama yang Mengubah Industri Doc: Accenture
Ket. Industri perbankan memasuki era baru tanpa batas pada 2026. Simak riset terbaru Accenture mengenai pengaruh Agentic AI, aset digital, hingga strategi modernisasi sistem inti untuk pertumbuhan inklusif perbankan di Indonesia.

JAKARTA - Industri perbankan kini memasuki babak baru seiring memudarnya berbagai batasan yang selama ini dianggap tak terelakkan. Selama puluhan tahun, keterbatasan teknologi, struktur organisasi, toleransi risiko, bahkan cara berpikir, kerap menjadi justifikasi tak tertulis untuk mempertahankan kondisi yang ada.

Hari ini, kemampuan untuk meningkatkan kapasitas tanpa menambah tenaga kerja, mempercepat pengembangan tanpa lonjakan biaya, serta mengoperasikan proses inti dengan dukungan Kecerdasan Buatan (AI) turut mendorong industri perbankan beralih dari sekadar wacana masa depan menjadi realitas yang dapat diwujudkan.

Tri Hindriasari, Banking Lead Accenture Indonesia, mengungkapkan, industri perbankan tengah memasuki era baru yang ditandai oleh runtuhnya berbagai batasan tradisional. Konvergensi Generative AI, Agentic AI, aset digital, dan model bisnis baru membentuk ulang industri secara mendasar.

“Bagi perbankan di Indonesia, inilah saatnya melampaui perubahan inkremental dan mulai membayangkan kembali bagaimana pekerjaan dilakukan serta bagaimana kepercayaan dibangun agar dapat tumbuh secara tangguh dan inklusif,” paparnya melalui siaran pers pada hari Selasa (24/2).

Momentum ini menuntut bank untuk tidak lagi menunda, melainkan berani mengambil keputusan. Berikut adalah tren utama industri perbankan 2026 menurut Accenture, yang disusun berdasarkan ratusan keterlibatan dengan klien global serta diskusi intensif dengan pimpinan perusahaan sepanjang satu tahun terakhir.

1. Evolusi Uang di Era Digital

Uang kini memasuki fase baru yang tidak lagi ditentukan oleh bentuknya, melainkan oleh cara ia bergerak dan bekerja untuk kepentingan pemiliknya. Mata uang digital seperti stablecoin, Central Bank Digital Currencies (CBDC), dan deposit yang ditokenisasi mulai bergeser dari tahap eksperimen menuju penerapan berskala besar.

Pada saat yang sama, pembayaran terprogram (programmable payments) menjadikan transaksi lebih cerdas; uang tidak hanya berpindah nilai, tetapi juga membawa data, konteks, dan sinyal kepatuhan (compliance signal) secara otomatis. Riset Accenture memprediksi hingga USD 13 triliun nilai transaksi berpotensi bermigrasi ke metode pembayaran alternatif sebelum dekade ini berakhir. Tanpa langkah yang tepat, perbankan berisiko kehilangan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) hingga miliaran dolar.

2. Pengalaman Nasabah di Era Baru Perbankan

Seiring antarmuka AI berkembang dari sekadar alat otomatisasi menjadi asisten yang memahami konteks, ekspektasi nasabah pun berubah. Industri perbankan kini tidak lagi terbatas pada aplikasi dan situs web, karena asisten AI mulai menjadi titik awal utama (entry point) interaksi nasabah.

Nasabah berharap bank hadir dan relevan di mana pun mereka berada, termasuk di platform pihak ketiga berbasis AI. Namun, kehadiran fisik tetap krusial sebagai sumber kepercayaan dalam situasi kompleks. Bank yang unggul adalah mereka yang mampu menjaga kesinambungan pemahaman atas kebutuhan nasabah di setiap titik interaksi, baik melalui kanal internal maupun platform eksternal.

3. Dunia Kerja dan Talenta di Era Agentic AI

Agentic AI mendorong perubahan mendasar dalam cara kerja dengan menghilangkan keterbatasan kapasitas. Konsep “10x bank”, di mana satu pegawai dapat mengoordinasikan berbagai kapabilitas AI untuk menghasilkan dampak sepuluh kali lipat, mulai terlihat dalam praktik di lapangan—terutama pada proses Know Your Customer (KYC) dan pengembangan perangkat lunak.

Pimpinan bank perlu menempatkan teknologi ini sebagai peluang untuk berkembang, bukan ancaman. Bank yang hanya berfokus pada efisiensi biaya berisiko tertinggal dari mereka yang memanfaatkan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan. Ironisnya, untuk menangkap peluang pertumbuhan ini, bank justru akan membutuhkan lebih banyak talenta manusia yang terampil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.