Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beko, Pupuk Organik yang Perlahan Redam Demam Emas Ilegal

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Gayung bersambut pada 2022, lanjut Wahyu, kegelisahannya sejalan dengan visi PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor yang menghadirkan program inovasi sosial Garitan Kalongliud.

Wahyu menuturkan dirinya tidak ingin sekadar hanya menjadi penerima manfaat. Ia memilih berdiri di garis depan, memimpin kelompok taruna muda dan mengajak pemuda desa menghidupkan kembali 35 hektare lahan terlantar.

"Tantangan di lapangan tak sederhana. Harga pupuk kimia melonjak, hama keong mas menyerang padi, dan pasokan air terbatas," ucap dia.

Namun, bagi Wahyu, masalah adalah ruang lahirnya inovasi. Berbekal pelatihan dari ANTAM, ia menginisiasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Beko, hasil fermentasi keong mas dan urine domba.

Langkah tersebut, ditambah pemanfaatan 25 ton limbah kotoran domba sebagai pupuk organik, berhasil memangkas biaya pupuk hingga 50 persen.

Untuk menjawab krisis air, Wahyu mengaku dirinya bersama warga merakit sistem irigasi tetes sederhana yang mampu menghemat penggunaan air hingga 60 persen.

Perubahan tak berhenti pada budi daya, ia juga mendobrak ketergantungan petani pada tengkulak.

"Kelompok Taruna Muda diposisikan sebagai fasilitator pasar, memangkas rantai distribusi dan menjual hasil panen langsung ke Pasar Induk Kemang dan Kramat Jati," bebernya.

Dampaknya signifikan, lanjut Wahyu mengatakan, pendapatan kelompok tani meningkat 65 persen. Sepanjang 2024-2025, unit usaha cabai yang dikelola bersama kelompoknya membukukan keuntungan bersih Rp246.258.000.

Namun, bagi Wahyu, angka hanyalah sebagian cerita. Program itu menjadi jaring pengaman sosial bagi anggota kelompok sebagai penerima manfaat langsung, maupun bagi masyarakat lainnya.

"Yang paling membanggakan, 8 mantan pelaku PETI kini telah beralih menjadi petani produktif," jelasnya.

Secara makro, inisiatif kolaborasi bersama ANTAM mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,34 serta berkontribusi menurunkan tingkat kemiskinan desa sebesar 6,52 persen.

Atas dedikasinya, Wahyu dianugerahi Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 sebagai Local Hero Inspiratif. Kini, semangat itu terus menyala melalui Rumah Belajar Garitan yang telah dikunjungi lebih dari 696 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.