Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Coba Pertama di Dunia, AI Membantu Dokter Mendeteksi Kanker Payudara

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uji Coba Pertama di Dunia, AI Membantu Dokter Mendeteksi Kanker Payudara Doc: BBC
Ket. Sistem ini mampu mengidentifikasi area di mana ahli radiologi kemungkinan besar akan cari.

PARIS - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membantu dokter mendeteksi lebih banyak kasus kanker payudara saat membaca hasil pemindaian rutin, menurut uji coba pertama di dunia yang dilakukan Jumat pekan lalu.

Hasilnya menunjukkan bahwa negara-negara harus meluncurkan program yang memanfaatkan kemampuan pemindaian AI untuk meringankan beban kerja ahli radiologi yang kekurangan staf, kata para peneliti utama Swedia.

Jauh sebelum peluncuran ChatGPT pada tahun 2022 meningkatkan kesadaran global tentang AI, para ilmuwan telah menguji kemampuan teknologi tersebut untuk membaca hasil pemindaian medis.

Namun, studi baru yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menandai uji coba terkontrol acak pertama yang selesai -- standar emas untuk jenis penelitian ini -- yang meneliti skrining kanker payudara yang didukung AI.

Uji coba tersebut melibatkan lebih dari 100.000 wanita yang menerima pemindaian kanker payudara rutin di seluruh Swedia pada tahun 2021 dan 2022.

Mereka secara acak dibagi menjadi dua kelompok. Dalam satu kelompok, seorang ahli radiologi dibantu oleh sistem AI untuk memeriksa hasil pemindaian.

Kelompok lainnya mengikuti metode standar Eropa, yang mengharuskan dua ahli radiologi untuk membaca hasil pemindaian.

Sembilan persen lebih banyak kasus kanker terdeteksi pada kelompok AI dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Selama dua tahun berikutnya, mereka yang berada di kelompok AI juga memiliki tingkat diagnosis kanker yang 12 persen lebih rendah di antara pemindaian rutin, yang dikenal sebagai kanker interval dan dapat sangat berbahaya.

Peningkatan tersebut konsisten di berbagai usia dan tingkat kepadatan payudara, yang dapat menjadi faktor risiko. Tingkat positif palsu serupa di kedua kelompok.

Penulis senior studi, Kristina Lang dari Universitas Lund Swedia, mengatakan bahwa "penerapan luas mammografi yang didukung AI dalam program skrining kanker payudara dapat membantu mengurangi tekanan beban kerja di antara ahli radiologi, serta membantu mendeteksi lebih banyak kanker pada tahap awal".

Namun, hal ini harus dilakukan "dengan hati-hati" dan dengan "pemantauan terus-menerus", katanya dalam sebuah pernyataan.

Matanya Ahli Radiologi

Jean-Philippe Masson, kepala Federasi Radiologi Nasional Prancis, mengatakan kepada AFP bahwa "mata dan pengalaman ahli radiologi harus mengoreksi diagnosis AI".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.