El Mencho Tewas, Meksiko Berstatus Siaga Tempur di 18 Wilayah
📅 Senin, 23 Feb 2026, 19:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Aljazeera
JAKARTA - Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generacion, dilaporkan tewas dalam operasi militer di negara bagian Jalisco. Kematian salah satu buronan paling dicari tersebut memicu gelombang kekerasan yang meluas ke sedikitnya 18 dari 32 negara bagian Meksiko.
Pria berusia 59 tahun itu dikenal sebagai tokoh sentral dalam jaringan penyelundupan fentanil, metamfetamin, dan kokain ke Amerika Serikat. Ia juga dituding berada di balik sejumlah serangan terhadap aparat keamanan dan pejabat pemerintah.
Operasi penangkapan dilakukan di kota Tapalpa dan berujung baku tembak dengan militer Meksiko. Setelah kabar kematiannya menyebar, aksi balasan terkoordinasi terjadi di berbagai wilayah dalam waktu singkat.
Kelompok bersenjata membakar bus dan sejumlah bangunan usaha serta mendirikan barikade jalan yang dilalap api. Aktivitas publik terganggu, sementara warga memilih bertahan di dalam rumah demi keselamatan.
"Ketakutan yang masih menyelimuti masyarakat sangat luar biasa. Saat itulah Anda menyadari kekuatan organisasi-organisasi ini, karena mereka dapat menghancurkan sebuah kota hanya dalam hitungan menit," kata seorang warga Michoacan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menggambarkan lumpuhnya layanan dasar akibat blokade jalan dan aksi kekerasan yang meluas.
"Mereka dapat sepenuhnya melumpuhkan pergerakan di kota, semua layanan dasar terganggu, dari pergi ke rumah sakit hingga membeli bahan makanan," ujarnya.
Kedutaan Besar AS di Meksiko merespons dengan mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya di sejumlah negara bagian, termasuk Jalisco dan Michoacan. Warga AS diminta tetap berada di dalam ruangan hingga situasi dinilai aman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Analis keamanan Edgar Guerra menilai respons kekerasan tersebut merupakan pesan strategis dari kelompok kriminal. Menurutnya, aksi itu mencerminkan cara kartel menunjukkan kekuatan ketika merasa terancam.
Operasi terhadap El Mencho disebut melibatkan pasukan khusus Meksiko dengan dukungan intelijen Amerika Serikat. Di AS, Drug Enforcement Administration sebelumnya menawarkan hadiah sebesar US$15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan atas operasi tersebut. Ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah situasi yang berkembang.
Situasi di Guadalajara, ibu kota Jalisco dan salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026, dilaporkan hampir lumpuh akibat kekhawatiran warga. Ketidakjelasan suksesi kepemimpinan kartel memunculkan kekhawatiran potensi perebutan kekuasaan yang dapat memperpanjang ketidakstabilan keamanan di Meksiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!