BEI Kantongi 8 Kandidat IPO, Gelombang Baru Emiten Segera Datang
📅 Senin, 23 Feb 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
JAKARTA – Sejumlah perusahaan yang mengantre untuk melantai di bursa menunjukkan meningkatnya optimisme pelaku usaha terhadap prospek pasar modal.
Fenomena ini biasanya dipicu oleh kombinasi faktor seperti stabilitas makroekonomi, likuiditas yang memadai, serta ekspektasi valuasi yang menarik di tengah minat investor yang kembali pulih.
Di sisi lain, lonjakan antrean Initial Public Offering (IPO) juga mencerminkan kebutuhan korporasi untuk memperkuat struktur permodalan, mendanai ekspansi, atau melakukan restrukturisasi utang.
Namun, keberhasilan aksi korporasi tersebut tetap sangat bergantung pada sentimen pasar dan kualitas fundamental emiten. Jika kondisi pasar kondusif, gelombang IPO dapat menjadi katalis positif bagi pendalaman pasar keuangan dan diversifikasi instrumen investasi domestik.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat delapan perusahaan berada dalam pipeline (antrean) untuk melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang tahun ini terhitung sampai 20 Februari 2026, BEI mencatat belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
“Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (23/2).
Dari delapan perusahaan dalam antrean IPO, Nyoman mengungkapkan sebanyak lima perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, dan sebanyak tiga perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun, klasifikasi skala aset perusahaan tersebut mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari sisi sektor, Nyoman merincikan sebanyak dua perusahaan sektor barang baku, dua perusahaan sektor keuangan, dan satu perusahaan sektor transportasi dan logistik.
Kemudian, satu perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor energi, serta satu perusahaan sektor industri.
Sampai 20 Februari 2026, BEI mencatat penerbitan sebanyak 20 emisi dari 13 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp15,71 triliun.
Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 20 emisi dari 21 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS.
Sementara itu, untuk aksi rights issue, telah terdapat tiga perusahaan yang telah melangsungkan aksi rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun sampai periode 26 September 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!