Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Barat Luncurkan Smart Gorv: Aplikasi Digital untuk Optimalisasi PAD 2026

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Pemkab Pasaman Barat Luncurkan Smart Gorv: Aplikasi Digital untuk Optimalisasi PAD 2026 Doc: ANTARA/Altas Maulana
Ket. Pelaksana tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pasaman Barat M. Bona Fatwa.

SIMPANG EMPAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mulai tancap gas dalam mendigitalisasi sektor pendapatan daerah di awal tahun 2026. 

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemerintah setempat kini mengandalkan aplikasi Smart Gorv sebagai senjata utama untuk mempermudah akses wajib pajak sekaligus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipatok sebesar Rp161,64 miliar.

"Aplikasi smart gorv terus kita kembangkan dalam rangka mengupayakan keterbukaan informasi pajak bagi masyarakat sebagai wajib pajak, serta mendekatkan dan memudahkan layanan pajak daerah kepada masyarakat cukup dalam sebuah genggaman melalui telepon genggam (handphone/HP)," kata Pelaksana tugas Kepala Bapenda Pasaman Barat M Bona Fatwa di Simpang Empat, Minggu.

Menurut dia, penggunaan aplikasi itu akan mempermudah Pemkab memantau data secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi administrasi dan mengoptimalkan PAD. Selain juga akan memudahkan petugas pajak melakukan pendataan dan survei di lapangan, serta memantau administrasi secara daring.

"Melalui aplikasi ini diharapkan mempercepat perhitungan pajak, registrasi objek pajak, dan pemantauan pembayaran secara real-time. Pengelolaan pajak terpadu akan mudah dipantau," ujar dia.

Kemudian, lanjutnya, pemkab sedang mengupayakan pemutakhiran dan perbaikan data wajib pajak serta pemetaan wajib pajak sesuai kebutuhan masyarakat berdasarkan jenis objek pajaknya. Tujuannya agar data terkumpul lebih baik sehingga dapat digunakan untuk memetakan potensi dari setiap wilayah, berdasarkan jenis pajaknya.

"Tahun 2026 ini kita terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah yang ada melalui inovasi yang akan dilakukan," katanya menyebutkan.

Pemkab Pasaman Barat, menurut dia, pada 2026 menargetkan pendapatan asli daerah sebesar Rp161,64 miliar.

"Sosialisasi dan komunikasi dengan wajib pajak kita tingkatkan agar capaian pendapatan dapat terealisasi hingga akhir tahun ini," katanya.

Selain meningkatkan sosialisasi dan komunikasi, ia mengatakan pemkab juga memaksimalkan tenaga pungut pendapatan mulai dari kabupaten sampai tingkat nagari (desa).

Untuk capaian pendapatan asli daerah pada 2025 lalu mencapai Rp146.574.690.705,49, katanya menambahkan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.