Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG di Kepri Mulai Layani Guru dan Tenaga Kependidikan di Sekolah

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program MBG di Kepri Mulai Layani Guru dan Tenaga Kependidikan di Sekolah Doc: ANTARA
Ket. Petugas SPPG sedang mengangkut tumpukan ompreng ke dalam kendaraan transportasi untuk pengantaran makanan di Batam, Kepri (13/10/2025).

BATAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini sudah mulai melayani pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 yang mengatur perluasan penerima manfaat MBG.

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepri Anindita Ayu mengatakan penyaluran MBG kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah berjalan di seluruh kabupaten dan kota di Kepri.

“Sudah sesuai Perpres 115. Di Kepri, rata-rata seluruh kabupaten dan kota sudah menyalurkan MBG kepada guru dan tenaga kependidikan. Semua tendik mendapatkan,” ujar Anindita saat dihubungi di Batam, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan perluasan penerima manfaat ini berdampak pada penambahan anggaran di setiap SPPG, karena adanya tambahan porsi makanan yang harus disiapkan.

Sebagai informasi, Perpres 115 Pasal 4, penerima MBG meliputi peserta didik dari PAUD hingga pendidikan menengah, anak di bawah lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok lain yang mencakup pendidik dan tenaga kependidikan.

Anindita menegaskan, tenaga kependidikan yang dimaksud tak hanya guru, tetapi juga petugas kebersihan, satpam, dan tenaga tata usaha (TU) yang bekerja di lingkungan sekolah.

Sejalan dengan itu, Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi mengatakan di Kota Batam sebagian besar dapur MBG sudah melayani tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

“Dari total 93 dapur MBG di Batam yang operasional, sudah lebih dari setengahnya yang melayani tendik. Sisanya masih melakukan pendataan untuk menambah penerima manfaat,” ujarnya.

Defri menambahkan, dengan penambahan penerima manfaat tersebut, setiap dapur MBG tetap memiliki batas maksimal pelayanan.

“Per SPPG, total penerima manfaat yang dilayani maksimal 4.000 orang, termasuk peserta didik dan tendik,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.