Proyek Waste to Energy Diserbu 24 Perusahaan, Danantara Buka Peta Persaingan
📅 Kamis, 19 Feb 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
JAKARTA – Proyek waste to energy kian diminati perusahaan asing karena menawarkan kombinasi antara peluang bisnis dan agenda transisi energi berkelanjutan.
Di satu sisi, pengelolaan sampah menjadi energi menjawab persoalan lingkungan perkotaan yang mendesak; di sisi lain, proyek ini memberikan potensi pendapatan jangka panjang melalui skema jual beli listrik dan insentif energi terbarukan.
Minat investor global juga mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pasar domestik, meski realisasinya tetap bergantung pada kepastian regulasi, skema tarif yang menarik, serta dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur dan pasokan bahan baku sampah yang konsisten.
Danantara Indonesia menyampaikan sebanyak 24 perusahaan internasional dari Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura dan Hong Kong telah lolos seleksi dan berhak mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE).
Selain itu, lebih dari 200 perusahaan masuk dalam Daftar Penyedia Teknologi (DPT).
Sebaiknya Anda baca juga:
Managing Director Investment Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan proses tender berjalan secara profesional, transparan dan kompetitif dengan melibatkan perusahaan global berpengalaman.
“Seleksi dilakukan secara ketat dan berbasis mitigasi risiko. Kami memastikan aspek tata kelola, lingkungan, dan sosial menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek,ˮ ujar Stefanus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Seluruh peserta diwajibkan membentuk konsorsium serta menggandeng mitra lokal guna mendorong transfer teknologi dan memperkuat kapasitas nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagaimana diketahui, program strategis WtE yang dimandatkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 memasuki fase krusial menjelang pengumuman pemenang tender di empat pilot city, yakni Bekasi, Denpasar, Yogyakarta dan Bogor.
Menjelang finalisasi tersebut, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) aktif melakukan sosialisasi dan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI).
Adapun pertemuan digelar pada Rabu (18/2) di Ruang Kerja Ketua DPD RI sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik sekaligus menjaring masukan terhadap implementasi proyek.
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Danantara Indonesia dalam mengembangkan WtE sebagai solusi kelola sampah yang inovatif.
Dirinya melihat proyek ini sebagai terobosan penting yang layak diapresiasi.
Peluang bagi lokal partner juga menjadi sorotan penting dalam diskusi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!