Pertumbuhan Harus Mampu Kurangi Ketimpangan dan Perluas Kelas Menengah Produktif
📅 Rabu, 18 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiDia berpandangan, istilah pertumbuhan berkualitas kerap digunakan dalam pidato kebijakan tanpa indikator yang terukur. "Apakah yang dimaksud adalah penurunan rasio gini? Peningkatan upah riil? Penurunan tingkat pekerja informal? Tanpa parameter yang jelas, istilah ini rawan menjadi retorika normatif,”paparnya.
Tantangan Indonesia selain investasi juga memperbaiki produktivitas tenaga kerja dan memperkuat sektor manufaktur bernilai tambah tinggi.
“Saya melihat ukuran keberhasilan pembangunan tidak boleh berhenti pada angka 6 persen yang terlalu optimistis,”tegasnya. Pertumbuhan yang kuat harus dibuktikan dengan transformasi struktural, penguatan industri berbasis teknologi, reformasi agraria dan akses pembiayaan produktif bagi UMKM, serta distribusi investasi yang lebih merata antarwilayah.
“Tanpa itu, target pertumbuhan hanya akan menjadi kosmetik statistik,”tandas Badiul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertumbuhan yang benar-benar berkualitas adalah pertumbuhan yang mengurangi ketimpangan, memperluas kelas menengah produktif, memperkuat daya tahan terhadap krisis global, dan menjaga keberlanjutan ekologis.
“Jika dimensi-dimensi ini tidak dijadikan prioritas, maka kenaikan angka pertumbuhan hanyalah ilusi kemajuan,”pungkas Badiul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!