Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Pastikan Harga Barang Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan Stabil

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 15:07 WIB | Oleh:
Mendag Pastikan Harga Barang Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan Stabil Doc: RRI/Eliana Zahra
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, memastikan stabilitas harga sejumlah komoditas pangan pokok saat menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026. Menurut dia, sebagian besar harga barang kebutuhan masyarakat secara nasional saat ini terpantau berada pada level aman.

Mendag mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). "Tujuannya untuk menjamin keterjangkauan daya beli seluruh lapisan masyarakat," ujar dia, Rabu (18/2).

Mendag lalu mencontohkan penurunan harga MinyaKita sebagai indikator positif stabilitas inflasi pangan di tingkat konsumen lokal. "Harga Minyakita hari ini mencapai Rp16.020, sedangkan harga eceran tertinggi (HET) mencapai Rp15.700," ucap dia.

Budi menambahkan harga MinyaKita sempat mencapai Rp16.800 sebelum keluarnya Peraturan Menteri yang mengatur hal itu. "Kini harga MinyaKita sudah mengalami penurunan," ujar dia.

Sementara itu, harga daging sapi secara nasional tercatat sebesar Rp133.618 per kilogram pada periode pemantauan terakhir. Angka tersebut masih berada jauh di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp140.000 per kilogram.

Sedangkan harga bawang putih juga menunjukkan tren stabil dengan rata-rata nasional mencapai Rp36.875 per kilogram. Realisasi ini pun masih di bawah batas eceran tertinggi sebesar Rp38.000.

Di sisi lain, harga telur ayam ras kini menyentuh angka Rp30.570 per kilogram. Menurut Mendag, ini berarti telah melewati harga acuan dari pemerintah sebesar Rp30.000.

Mendag lalu mempersilakan masyarakat mengecek data harga secara mandiri melalui sistem aplikasi terbuka yang disediakan pemerintah. "Transparansi informasi ini bertujuan agar seluruh warga mengetahui perkembangan nilai barang pokok secara aktual dan akurat setiap hari," ucap dia.

Kemendag juga akan menggelar pasar murah Ramadan tanpa dukungan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Isy Karim, mengatakan kegiatan ini melibatkan 75 pemasok pangan dengan harga terjangkau.

Menurut dia, pasar murah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. "Kolaborasi dengan pelaku usaha menyebabkan barang yang dijual memiliki harga jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran reguler," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Luar Negeri
Ekspor Tiongkok Melonjak, A...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.