Rumah Itu Kini Hilang, Mahdi Hanya Bisa Menunjuk Batang Pohon
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 08:10 WIB | Oleh: Yebdi TrismarUntuk memastikan anak-anaknya tetap sekolah, Adi mengerjakan apa pun yang bisa ia kerjakan, seperti memetik pinang. Sebelum bencana melanda, semula dirinya memiliki kebun pinang.
Sayangnya, kebun tempat ia biasa mendulang penghasilan juga bernasib serupa dengan kediamannya. Adi tak lagi memiliki kebun sendiri, sehingga ia harus bekerja untuk orang lain demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Selaras dengan Adi, istrinya juga bekerja di kebun orang lain untuk membiayai sekolah anak. Adi menyampaikan, terkadang istrinya juga bekerja di kebun pinang atau di kebun sawit.
“Yang kami usahakan sekarang kan anak sekolah jangan putus, harus ada duit. Di mana kita kerja yang penting uang anak sekolah harus ada,” ujar Adi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ramadhan tahun ini menghadirkan suasana baru bagi Adi, juga bagi warga Dusun Lhok Pungki yang mengungsi di Dusun Paya Reubek.
Luka yang disebabkan oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor masih perih dan membutuhkan waktu untuk benar-benar pulih.
Namun, Adi tak menjadikan kedukaannya sebagai alasan untuk tidak bangkit demi anak dan istrinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!