Rumah Itu Kini Hilang, Mahdi Hanya Bisa Menunjuk Batang Pohon
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 08:10 WIB | Oleh: Yebdi TrismarBagi Adi, bertandang ke Dusun Lhok Pungki bagai menginjak duri berbalut rindu.
Hati dan pikirannya kalut akibat rindu yang membuncah, mengenang kehangatan orang tua, namun ketika kaki membawa raganya ke tempat itu, perih kembali dirasa sebab ia teringat kediaman orang tuanya yang sudah tidak ada.
Bahkan, kuburan keluarganya pun hanyut terbawa oleh banjir.
“Aku pun pulang, turun sini (Dusun Lhok Pungki), mau lihat … nanti turun di sebelah sana itu (kuburan) … aku … tidak ada orang tua lagi.” Adi menyelesaikan kalimatnya dengan terbata-bata, pun suara yang tak lagi bisa menyembunyikan lara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Buat apa ada harta? Orang tua tidak ada lagi, kuburan pun hilang,” tuturnya melanjutkan dengan suara yang bergetar, serta pelupuk mata yang perlahan membasah.
Meskipun tidak lagi memiliki kuburan, Adi tetap mendoakan ketenangan untuk kedua orang tuanya. Kehilangan kali ini membekas, sebab berziarah merupakan salah satu tradisi yang biasa ia lakukan pada hari-hari menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Adha.
Selain itu, ia juga memiliki kebiasaan untuk menggelar buka puasa perdana di kediaman orang tuanya, sebelum secara bergilir menggelar buka puasa bersama di kediamannya sendiri maupun kediaman sanak saudaranya.
Dengan hilangnya Dusun Lhok Pungki, Adi dipaksa untuk beradaptasi dan mengubah tradisi bulan Ramadhan-nya.
Tahun ini, ia akan memulai bulan Ramadhan bersama warga Dusun Lhok Pungki lainnya yang terdampak oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Adi menyampaikan interaksi dengan warga lainnya, yang juga senasib sepenanggungan selaku penyintas banjir bandang, merupakan salah satu pelipur lara.
Meski kesedihan tetap menghantui, ketika ia sendiri, kehadiran warga Dusun Lhok Pungki cukup untuk membuatnya merasa ringan, barang sekejap mata.
Semangat untuk anak
Kehilangan rumah dan kuburan ayah tak serta-merta memadamkan semangat Adi untuk melanjutkan hidup. Ia memiliki dua orang putri, satu masih TK dan satu lagi menginjak kelas III di tingkat sekolah dasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!