Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Napak Tilas ke Taman Siswa, Aryo Seno Bagaskoro: Pendidikan Harus Memerdekakan, Bukan Dikapitalisasi

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 16:10 WIB | Oleh:
Napak Tilas ke Taman Siswa, Aryo Seno Bagaskoro: Pendidikan Harus Memerdekakan, Bukan Dikapitalisasi Doc: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA – Wadah kolektif anak muda, Pandu Negeri, kembali menghentak dengan gerakan literasi kritis melalui agenda Public Lecture Series 002 di Yogyakarta. Sebagai pembuka rangkaian acara, koordinator gerakan sekaligus politisi muda, Aryo Seno Bagaskoro, melakukan kunjungan ke Pendopo Agung Taman Siswa untuk menyerap nilai-nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara, Senin (16/2/2026).

Dalam wawancaranya usai berkeliling museum, Seno menegaskan bahwa Pandu Negeri hadir sebagai movement yang fokus membangun ruang diskusi bagi generasi muda agar tetap kritis mengawal perencanaan pembangunan dan kebijakan pemerintah.

Seno menyoroti tema utama kuliah umum kali ini yang mengangkat isu pendidikan, keadilan, dan hak generasi. Ia menekankan bahwa pendidikan di Indonesia harus kembali pada khitahnya sebagai alat untuk mencerdaskan dan memajukan kesejahteraan umum.

"Pendidikan itu adalah membangun manusia, bukan soal bagaimana pendidikan itu dikapitalisasi atau diprivatisasi. Kami ingin memastikan esensi pendidikan yang memerdekakan tetap terjaga," ujar Seno di hadapan awak media.

Belajar dari Kesahajaan Ki Hadjar Dewantara

Kunjungan ke kediaman asli Bapak Pendidikan Nasional tersebut memberikan kesan mendalam bagi rombongan Pandu Negeri. Seno mengaku terpukau dengan pola hidup Ki Hadjar Dewantara yang sangat bersahaja meskipun menyandang status pahlawan bangsa.

"Kami melihat sekeliling rumah beliau, sangat bersahaja. Dari sini kita belajar bahwa menjadi pendidik itu tantangannya besar. Maka, tugas negara adalah hadir memastikan kesejahteraan guru dan pengajar terjamin dengan baik, agar mereka bisa fokus pada esensi mendidik tanpa terbebani kebutuhan hidup," tegasnya.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, yang turut mendampingi rombongan, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar wisata sejarah, melainkan upaya untuk menghikmati gagasan besar dari salah satu pendiri bangsa.

"Hari ini saya menemani Mas Seno Bagaskoro dan teman-teman Pandu Negeri untuk berkunjung sekaligus menghikmati perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Beliau bukan hanya pendidik, tapi juga anggota BPUPKI bersama Bung Karno yang ikut melahirkan Pancasila," ujar Eko Suwanto di hadapan media.

Konsolidasi Pemikiran Kritis di Kota Pelajar

Yogyakarta menjadi lokasi kedua setelah sebelumnya Pandu Negeri sukses menggelar acara serupa di Surabaya. Pemilihan Jogja dinilai sangat strategis mengingat sejarah dan memori perjuangan publik yang kuat di kota ini.

Dalam kunjungan tersebut, Seno didampingi oleh Ketua DPRD DIY Nuryadi, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, serta Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto.

"Hari ini kami belajar di sini bersama para tokoh senior. Intinya, kami ingin menggalang anak-anak muda untuk terus menghidupkan tradisi berpikir kritis demi menentukan arah masa depan bangsa," pungkas Seno.

Rangkaian kegiatan ini akan memuncak pada siang hari di Embung Giwangan melalui diskusi publik yang menghadirkan narasumber Rocky Gerung, Hasto Wardoyo, dan Rimawan Pradibyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Luar Negeri
Jepang akan Ganti 5 Reaktor...
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.