Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KADIN: Potensi Perputaran Uang Libur dan Perayaan Imlek Mencapai Rp9 Triliun

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 18:35 WIB | Oleh:
KADIN: Potensi Perputaran Uang Libur dan Perayaan Imlek Mencapai Rp9 Triliun Doc: Istimewa
Ket. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, memperkirakan perputaran uang dalam momentum libur dan perayaan Imlek 2026 mencapai Rp 9 triliun. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) KADIN Indonesia, Sarman Simanjorang.

Diungkapkannya perkiraan tersebut, dikarenakan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, bertepatan pula dengan memasukin Bulan Suci Ramadan 2026. Ia menuturkan momentum itu, membuat masyarakat dalam waktu yang bersamaan akan melakukan kegiatan konsumtif.

Proyeksi perputaran uang ini dirincikannya, terjadi pada berbagai sektor perbelanjaan, seperti kegiatan kuliner, destinasi wisata hingga ziarah. Hal ini dijelaskan Sarman, karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan libur perayaan Imlek selama dua hari, sebagai libur nasional.

"Potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 9 triliun lebih. Masyarakat luas untuk bepergian menikmati kuliner, mengunjungi berbagai destinasi wisata dan ziarah menyambut bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah," kata Sarman dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa (17/2).

Ia menuturkan bahwa potensi itu didapatkan dari sejumlah faktor dalam berbagai transaksi keuangan. Seperti jamuan santap makanan khas perayaan Imlek, mobilitas masyarakat dengan berbagai moda transportasi, hingga sektor perbelanjaan ritel.

Dicontohkannya, perkiraan jumlah populasi warga Indonesia keturunan Tionghoa 11,25 juta orang (rata-rata 4 orang/keluarga) maka akan setara dengan 2.812.500 keluarga. Jika setiap keluarganya melakukan tradisi Imlek dengan rata-rata berbelanja Rp1 juta, maka potensi perputaran uang dalam faktor ini mencapai Rp2 triliun.

Faktor lainnya diungkapkannya Sarman, juga dapat dihitung dari estimasi perjalanan wisata ataupun ziarah dengan kendaraan mobil pribadi. Dengan perkiraan mobilitas sekitar 3.369.820 orang, ia memproyeksikan perputaran uang dalam hal ini bisa mencapai Rp4 triliun.

"Jika setiap keluarga membelanjakan rata sata 1juta maka potensi perputarang uang diperkirakan mencapai Rp.2.812.500.000.000. Rata-rata membelanjakan uang Rp500ribu maka potensi perputaran mencapai Rp.1.684.910.000, dengan demikian perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4.497.410.000," ujar dia.

Sarman mengatakan bahwa hal ini, dapat menjadi momentum dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih lagi dikatakannya, momentum libur nasional ini dikarenakan adanya perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan.

"Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan dikisaran 5,5 persen. Target ini optimis bisa tercapai, karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah," kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
KAI Group Telah Layani 6,2 ...
Ekonomi
Menkeu: Anggaran Kemenkeu T...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Dorong Apar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.