Perkuat Vokasi Berstandar Global dan Bersaing di Eropa: Kemenperin Gandeng Hungaria
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 09:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Perkuat Vokasi Berstandar Global dan Bersaing di Eropa, Kemenperin Gandeng Hungaria
JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional yang menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi tantangan perekonomian global yang semakin kompetitif dan dinamis.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalankan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri, sebagai salah satu fondasi industri nasional menuju kancah global yang dilakukan dengan menjalin berbagai kerja sama strategis lintas negara.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti pentingnya kerja sama internasional yang terarah untuk menarik investasi berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat industrialisasi, serta mendorong proses transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM industri.
“Kebijakan industri yang kuat perlu didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal"jelasnya di Jakarta, Sabtu (14/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam mewujudkan misi tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) sebagai unit kerja Kemenperin yang menjalankan tugas menyelenggarakan pembangunan SDM industri melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Markija Berdaya Bersama pada Selasa (10/2).
Perusahaan industri asal Budapest, Hungaria ini merupakan perusahaan yang berfokus pada meningkatkan daya saing tenaga kerja dan profesional muda Indonesia melalui program magang industri serta kerja di Eropa.
Kerja sama ini bertujuan untuk melakukan pemetaan keterampilan, kemampuan, dan kepribadian SDM pada sektor industri dengan melaksanakan asesmen menggunakan tools Practiwork yang dikembangkan di Hungaria.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyatakan bahwa BPSDMI terus mendorong tingkat keterserapan lulusan di dunia industri dengan membangun kerja sama industri secara konsisten, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa, magang pengajar, penyediaan peralatan pembelajaran yang sesuai dengan standar industri, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
"Kami menyadari keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik peserta didik, yaitu minat, bakat, kemampuan, dan potensinya,"ungkapnya.
Kegiatan pemetaan tersebut telah dilakukan dengan memberikan kesempatan uji coba kepada masing-masing 50 peserta didik dari di 4 unit pendidikan Kemenperin yang juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Markija Berdaya Bersama, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, dan SMK-SMAK Bogor.
Melalui pemetaan ini, peserta didik memperoleh rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profilnya, dan informasi tersebut menjadi dasar yang sangat penting, baik bagi institusi pendidikan maupun bagi peserta didik untuk menyusun perencanaan karir dengan peningkatan keterampilan yang sesuai bakat dan potensinya.
Bangun Ekosistem
Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama Csongor Hunyar mengatakan, penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama ini merupakan bukti komitmen kerja sama PT Markija Berdaya Bersama untuk membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur dan berbasis kolaborasi di Indonesia. "Ke depan kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh baik di dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Perindustrian,"tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!