Swedia Incar Investasi di Jatim, Gubernur Khofifah Sambut dengan Perkuat Sektor Prioritas
📅 Kamis, 12 Feb 2026, 12:41 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert bersama delegasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2). Pertemuan tersebut membahas penguatan dan perluasan kerja sama antara Swedia dan Jawa Timur di berbagai sektor strategis.
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kehormatan Dubes Swedia beserta tim. Ia menilai kehadiran delegasi Swedia sangat strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor prioritas.
“Tim dari Swedia ini sangat kuat untuk membangun kerja sama di bidang kesehatan, pendidikan, industri, energi, hingga transportasi,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menyinggung rencana peluncuran perencanaan sistem transportasi berbasis rel (SRLL) di Jawa Timur. Menurutnya, Swedia memiliki teknologi dan pengalaman di bidang perkeretaapian serta transportasi publik yang dapat menjadi mitra penting bagi Jawa Timur, termasuk dalam pengelolaan transportasi dan manajemen parkir.
Ia menambahkan, hubungan kerja sama antara Swedia dan Jawa Timur sebenarnya telah terjalin cukup lama. Salah satunya melalui investasi Swedia di sektor galangan kapal di Banyuwangi yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pertemuan ini memang singkat, tetapi insya Allah sangat produktif. Apalagi Bapak Dubes juga berencana melanjutkan kunjungan ke Universitas Airlangga dan ITS untuk membangun kerja sama beasiswa pendidikan di Swedia,” kata Khofifah.
Selain pendidikan tinggi, Khofifah juga menyampaikan harapannya agar Swedia dapat memberikan dukungan bagi pengembangan SMA Taruna di Jawa Timur, khususnya dalam peningkatan pembiasaan dan penguasaan bahasa Inggris.
Dalam pertemuan itu, Dubes Daniel Blockert menyampaikan bahwa Swedia melihat potensi besar di Jawa Timur, khususnya Surabaya, untuk pengembangan kolaborasi ke depan. Menurutnya, terdapat banyak kesamaan dan kebutuhan yang dapat disinergikan, terutama di bidang transportasi, energi, kesehatan, pendidikan, industri, serta perkeretaapian.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hari ini kami berdiskusi dengan pemerintah dan menemukan banyak bidang yang memungkinkan untuk kolaborasi lebih dalam. Jawa Timur memiliki ekonomi yang bertumbuh dan populasi yang besar, sehingga sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan Swedia,” ujar Daniel Blockert.
Ia menjelaskan, pada kunjungan tersebut dirinya membawa delegasi kecil dari sejumlah perusahaan Swedia. Namun, ke depan Swedia berencana kembali ke Jawa Timur dengan membawa lebih banyak perusahaan untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama konkret.
“Kami melihat kebutuhan Jawa Timur dan apa yang bisa kami tawarkan saling bertemu. Ini menjadi dasar yang baik untuk kolaborasi di masa depan,” katanya.
Sementara itu,
Dubes Daniel Blockert menegaskan bahwa Swedia memiliki minat besar untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Ia menyebut sejumlah perusahaan besar asal Swedia, seperti IKEA, H&M, Ericsson, Electrolux, Volvo Scania, dan SKF, yang terus mencari peluang investasi dan pengembangan produksi.
“IKEA, misalnya, sedang mencari lokasi produksi di Indonesia, dan Jawa Timur menjadi salah satu pilihan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!