Tanpa Integrasi Tata Ruang dan Perluasan Transportasi Umum, Kemacetan di Jakarta Sulit Diurai
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Kita saksikan saat ini, penumpukan pusat ekonomi di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan sebagai penyebab kemacetan. Ini sangat salah, dimana selama ini perencanaan kota yang hanya fokus internal, padahal aktivitas melibatkan 40 juta penduduk aglomerasi,” katanya.
Yayat juga menambahkan adanya kesalahan dalam penempatan pusat kegiatan ekonomi yang hanya menumpuk di area tertentu. Bahkan warga Jakarta seakan-akan terkunci dengan perencanaan kota yang menempatkan pusat perkantoran, perdagangan jasa, itu ada di Jakarta Selatan sama Jakarta Pusat saja. Kondisi tata ruang ini memaksa seluruh pergerakan manusia menuju ke satu titik pusat yang sama.
Dia juga mengkritik cara pandang pemerintah yang hanya melihat masalah Jakarta dari batas internal wilayahnya saja. Dia juga melihat bahwa Pemerintah Daerah hanya merencanakan untuk internal bagian wilayah Jakarta. Padahal yang dilihat bukan Jakarta, tapi seluruh wilayah sekitar Jakarta.
“Penyelesaian kemacetan Jakarta memerlukan integrasi tata ruang dan perluasan transportasi umum antar wilayah penyangga. Apakah ini bisa? Semua tergantung dengan kemauan dari Pemerintah sendiri, jika tidak saya prediksi kemecetan tidak akan bisa diselesaikan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbeda dengan Yayat, Pengamat transportasi publik Djoko Setijowarno mengungkapkan tingginya jumlah pengendara motor sebagai salah satu penyebab macetnya Kota Jakarta. Tingginya pengguna motor disebabkan oleh masyarakat yang malas berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum.
“Di Jakarta yang bikin macet itu banyaknya pengguna motor, keluar dari tempat manapun, hunian manapun pasti lebih memilih menggunakan motor. Padahal transportasi umum sudah cukup banyak. Pengguna motor itu merusak tatanan untuk transportasi umum. Begitu juga dengan pengguna motor di daerah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek), juga tinggi” katanya.
Kendati semikian, Djoko tidak sepenuhnya menyalah para pengguna motor. Sebab, fasilitas transportasi umumnya yang dinilai masih sedikit. Dia pun mendorong Pemda harus membuat feeder-feeder ke semua tanpa kecuali perumahan. Sehingga masyarakat perumahan bisa cepat mendapatkan transportasi umum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!