Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelabuhan Mangkrak, Pemprov NTB Didesak Lanjutkan Proyek Dermaga Waduruka Bima

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelabuhan Mangkrak, Pemprov NTB Didesak Lanjutkan Proyek Dermaga Waduruka Bima Doc: ANTARA/ Desa Waduruka.
Ket. Dermaga Waduruka, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

MATARAM – Pembangunan infrastruktur pelabuhan bukan cuma soal dermaga baru atau crane yang makin canggih, tapi soal membuka pintu ekonomi daerah.

Pelabuhan yang modern bikin arus barang lebih cepat, biaya logistik lebih murah, dan peluang usaha makin terbuka—dari nelayan, UMKM, sampai industri besar. Dampaknya terasa langsung: harga barang bisa lebih stabil dan aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak.

Lebih dari itu, pelabuhan yang tertata jadi penghubung utama antarwilayah, memperkuat konektivitas sekaligus memperkecil kesenjangan pembangunan.

Jadi, investasi di pelabuhan itu sebenarnya investasi jangka panjang buat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Waduruka, Kabupaten Bima, Julkifli meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melanjutkan pembangunan Dermaga Waduruka Kecamatan Langgudu yang hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

"Di Desa Waduruka ada dermaga yang di bangun dengan anggaran provinsi. Cuma permasalahannya sekarang belum dilanjutkan. Masih ada sekitar 100 meter yang belum diselesaikan," ujarnya di Mataram, Selasa (10/2).

Proyek yang dibangun menggunakan APBD NTB senilai Rp4 miliar diketahui mangkrak sejak 2018 dan menyisakan sekitar 100 meter pekerjaan yang belum rampung.

Ia mengatakan, dermaga tersebut sangat dibutuhkan warga, khususnya untuk menunjang aktivitas transportasi laut dan ekonomi masyarakat pesisir. Bahkan, saat ini kondisi dermaga hanya berupa tiang pancang sehingga tidak bisa digunakan secara maksimal. Akibatnya, warga kesulitan saat air laut surut.

"Kalau sekarang bisa digunakan, tapi tidak maksimal. Kalau air surut, masyarakat terpaksa harus berenang. Baru sekitar jam 10 atau jam 11 siang, perahu bisa berlabuh," ujarnya.

Julkifli menjelaskan, ada dua desa yang sangat bergantung pada keberadaan dermaga tersebut, yakni Desa Waduruka dan Desa Sakuru. Selain akses laut yang terbatas, jalur transportasi darat di wilayah itu juga rusak dan jaraknya cukup jauh dari pusat kecamatan.

"Transportasi darat juga luar biasa berat. Jalannya rusak dan jauh dari kota kecamatan. Jadi dermaga ini sangat vital," tegasnya.

Dia menyebut mayoritas warga Waduruka dan desa di seberang-nya menggantungkan hidup dari sektor kelautan, seperti budidaya rumput laut dan aktivitas nelayan. Tanpa dermaga yang memadai, hasil laut harus diangkut dengan menunggu air pasang.

"Kalau mau sandar, harus tunggu pasang adat itu jam 10 atau jam 11. Itu sangat menyulitkan masyarakat," terang Julkifli.

Karena itu, pihak desa telah menemui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB serta menindaklanjuti-nya ke Dinas PUPR NTB agar proyek dermaga tersebut bisa segera dilanjutkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
    92:8 hanya berlaku ntk Bike Hemat saja, untuk ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Nasional
Terus Bertambah! Gempa Dahs...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.