Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BSKDN Susun Instrumen Baru untuk Nilai Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
BSKDN Susun Instrumen Baru untuk Nilai Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran Doc: Antara
Ket. Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo.

Jakarta - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kini tengah mengembangkan instrumen untuk mengukur kinerja pemerintah daerah dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan, upaya penurunan pengangguran di daerah memerlukan pendekatan yang tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses tata kelola yang mendukungnya.

“Kami sangat mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan daerah dalam menurunkan angka pengangguran. Namun demikian, diperlukan instrumen pengukuran yang lebih komprehensif agar capaian tersebut dapat dinilai secara objektif dan berkelanjutan,” kata Yusharto di Command Center BSKDN, Jakarta, Selasa (17/3).

Menurutnya, pengukuran kinerja harus mencakup berbagai dimensi mulai dari perencanaan kebijakan, implementasi program, dukungan anggaran, hingga inovasi daerah di sektor ketenagakerjaan.

Hal itu disampaikannya dalam Forum Diskusi Aktual bertajuk “Pengukuran dan Penilaian Kinerja Pemda dalam Penurunan Tingkat Pengangguran di Daerah”, BSKDN mendorong penyusunan instrumen yang komprehensif dan berbasis data untuk mengukur keberhasilan kinerja pemerintah daerah.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun metodologi pengukuran tersebut, termasuk dengan akademisi dan kementerian/lembaga terkait. Yusharto berharap dukungan berbagai pihak dalam merancang indikator serta ketersediaan data yang memadai dapat mendukung proses observasi di lapangan.

“Kami sangat terbuka untuk menyempurnakan indikator yang ada. Dukungan data yang kuat menjadi kunci agar hasil pengukuran bisa lebih komprehensif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yusharto menjelaskan, pengukuran kinerja tidak hanya dilihat dari sisi tingkat pengangguran terbuka, tetapi juga dari sisi peningkatan kesempatan kerja.

“Kita mau lihat dari dua aspek baik terkait tingkat pengangguran terbuka, maupun dari aspek kesempatan kerja, ini penting agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran," jelasnya.

Sementara itu, Peneliti Senior The SMERU Research Institute Asep Suryahadi menekankan pentingnya indikator yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan secara lebih spesifik dan kontekstual.

Menurutnya, ada beberapa indikator penting yang perlu menjadi perhatian, antara lain tingkat pengangguran usia muda yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan yang cenderung stagnan, serta dominasi pekerja di sektor informal yang tidak memiliki kepastian kerja dan rentan terhadap guncangan pasar.

Dia menilai, tanpa indikator yang tepat, upaya pengukuran kinerja daerah berisiko tidak mampu menangkap akar persoalan ketenagakerjaan yang sesungguhnya.

"Ada indikator-indikator yang perlu menjadi perhatian sehingga tantangan ketenagakerjaan dapat terjawab dengan tepat," kata Yusharto.

Sejalan dengan itu, perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan M. Mustafa Sarinanto menyampaikan, tren pengangguran nasional menunjukkan perbaikan pascapandemi, meskipun masih menyisakan tantangan pada aspek kualitas pekerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.