Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jeffrey Epstein, Belenggu sekaligus Hantu bagi Pemerintahan Donald Trump

📅 Senin, 09 Feb 2026, 08:02 WIB | Oleh:

Sidney Morning Herald bahkan menyebut langkah-langkah Trump itu sebagai "pengalihan isu" laksana dalam skenario film produksi 1997 yang dibintangi Dustin Hoffman dan Robert de Niro, "Wag the Dog".

Trump sendiri memang terlihat berusaha mengalihkan perhatian publik dari kasus Esptein, terutama karena kasus ini kental dengan dimensi moral dan etika yang bisa menjadi alasan lawan untuk menjatuhkan Trump.

Trump pun melakukan hal yang dulu dilakukan Bill Clinton ketika membom Afghanistan dan Sudan pada Agustus 1998 saat perhatian publik AS tersedot kepada skandal seks dengan Monica Lewensksy, yang memicu sidang pemakzulan Clinton pada tahun itu.

Kenyataan Trump berkawan atau setidaknya pernah berkawan dengan Epstein yang dikenal penjahat seks, perudapaksa dan pencabul gadis di bawah umur, tak saja memalukan tapi juga menguak moralitas seorang pemimpin politik AS.

Dimensi itu pula yang membuat pemerintahan Perdana Menteri Keir Stammer di Inggris terguncang, karena Stammer memajukan koleganya, Peter Mendelson, sebagai duta besar Inggris di AS, ketika nama Mendelson sudah disinggung dalam penyelidikan AS tentang Epstein. Diketahui kemudian Mendelson ternyata membocorkan rahasia negara kepada Epstein.

Mendelson telah mundur, tapi pemerintahan Stammer belum lepas dari belitan krisis kepercayaan.

Di lain tempat, nama-nama besar seperti Bill Clinton dan Bill Gates, serentak meminta maaf dan menyesal telah berasosiasi dengan Epstein. Yang lain yang masih aktif memiliki jabatan publik, membarengi ucapan maaf itu dengan mengundurkan diri dari jabatan mereka.

Akan halnya Trump, dia mengaku sudah tak lagi berkomunikasi dengan Epstein sejak 2004. Tapi jejak masa silam Epstein adalah satu hal yang tampaknya sulit termaafkan dalam sistem moral AS. Dari jejak itu Trump diketahui memang berteman atau pernah berteman dengan Epstein, si predator seks.

Jejak masa silam itu kini menghantui Trump. Dia mungkin tak menyangka Epstenin memiliki jejaring sosial begitu luas sehingga banyak orang seperti dirinya tersandera oleh kasus Epstein.

Trump juga tahu skala kerusakan politik jika perhatian publik dibiarkan terus tertuju kepada kasus Epstein.

Untuk itu perlu ada pengalihan isu, dan Nicolas Maduro di Venezuela menjadi sasaran pertamanya, dengan dalih imigran gelap dan narkoterorisme.

Hantu pemakzulan

Salah satu kesalahan Maduro adalah dia bukan sekutu AS seperti Presiden Kolombia dan Presiden Meksiko, padahal masalah imigran gelap dan narkotika selama ini lebih sering dilekatkan kepada Meksiko dan Kolombia. Dalam kata lain, Maduro sama sekali bukan ancaman untuk AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Medan Tunjukkan Taringnya

45 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.