Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jeffrey Epstein, Belenggu sekaligus Hantu bagi Pemerintahan Donald Trump

📅 Senin, 09 Feb 2026, 08:02 WIB | Oleh:

Selesai dengan Maduro, Trump membesarkan lagi amplitudo serangan verbalnya terhadap Denmark dan Eropa, bahwa Greenland seharusnya milik AS. Tak jelas apa keinginan Trump sebenarnya, selain mungkin mencari sensasi untuk mengalihkan perhatian publik domestik dari isu besar nan memalukan, dan itu bisa jadi kasus Epstein.

Tatkala isu Greenland meredup, dia mengalihkan perhatian ke Iran. Dengan dalih bendel tak segera menyepakati perjanjian nuklir, dia mengerahkan armada perangnya ke Teluk Persia untuk menggertak Iran sampai-sampai dunia kalut membayangkan pecahnya perang besar di Timur Tengah.

Situasi makin pelik karena Trump juga dihadapkan pada ekonomi AS yang tidak tumbuh pesat seperti diinginkannya, walau sudah agresif melancarkan perang tarif, terutama dengan China.

Perilaku aparat keamanannya di sejumlah daerah, termasuk Minnesota, dalam memburu imigran gelap, kian memperburuk posisi politik Trump.

Protes muncul di dalam negeri AS setelah dua warga tewas di tangan agen-agen keamanan perbatasan dan imigrasi (ICE).

Tapi sepertinya adalah "hantu" isu Epstein yang bisa sangat mengguncang Trump, ketika kolega-koleganya di Partai Republik tengah menghadapi Pemilu Sela pada November 2026.

Trump khawatir Demokrat memenangkan Pemilu Sela 2026 karena jika ini sampai terjadi, maka peta politik di dewan legislatif akan berubah dikuasai Demokrat.

Jika sampai hal itu terjadi, maka Trump bakal diganggu oleh legislatif, termasuk oleh pemakzulan seperti dia alami pada masa pemerintahan pertamanya.

Demokrat sendiri tak menyembunyikan niat memakzulkan Trump. Dan salah satu alasan yang mungkin mereka pakai nanti adalah kasus Esptein.

Oleh karena itu, isu Epstein tampaknya akan terus mengganggu Trump dan sangat mungkin akan terus digoreng oleh musuh-musuh politiknya.

Dan semakin publik ditarik kepada isu itu, semakin keras Trump mengalihkan perhatian publik.

Salah satu bentuk pengalihan itu adalah meletupkan konflik di luar negeri atau bahkan menawarkan prakarsa diplomatik yang terlihat langgeng dan baik untuk stabilitas dunia tapi sebenarnya hanya manuver jangka pendek guna memicu apresiasi publik domestik dan menaikkan popularitas di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.