Harga Tak Boleh Liar, Pemprov Kalbar Mainkan Strategi 4K Demi Daya Beli Warga
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim PenulisBeberapa wilayah seperti Sambas, Kapuas Hulu, Melawi dan Kubu Raya tercatat mengalami kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras dan LPG bersubsidi.
Sementara itu Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menekankan pengendalian inflasi harus menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan.
Menurut dia, operasi pasar hanya solusi jangka pendek, sedangkan penguatan produksi pertanian dan peternakan menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga.
"Kita perlu meningkatkan kapasitas produksi agar pasokan terjamin. Tanpa itu, inflasi akan terus berulang setiap momen hari besar," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Doni Septadijaya menambahkan, secara umum inflasi Kalbar masih relatif terkendali dibanding provinsi lain di Kalimantan, meski dipengaruhi efek basis rendah pada periode sebelumnya.
Ia menilai pengendalian inflasi inti serta komunikasi publik yang tepat penting untuk mengelola ekspektasi masyarakat.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat inflasi tahunan pada Januari 2026 mencapai 3,33 persen, dengan komoditas pangan sebagai penyumbang utama, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, serta emas perhiasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemprov Kalbar bersama Bank Indonesia, BPS dan pemerintah kabupaten/kota menargetkan sinergi pengendalian inflasi melalui strategi 4K mampu menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama rangkaian hari besar keagamaan," kata Doni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!