Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Tak Boleh Liar, Pemprov Kalbar Mainkan Strategi 4K Demi Daya Beli Warga

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Tak Boleh Liar, Pemprov Kalbar Mainkan Strategi 4K Demi Daya Beli Warga Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Antara
Ket. Aktivitas pedagang sayur di Pasar Flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat.

PONTIANAK – Pengendalian laju inflasi di daerah menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi lokal.

Lonjakan harga pangan dan kebutuhan pokok tidak hanya menekan rumah tangga berpendapatan rendah, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas usaha serta memperlebar kesenjangan sosial.

Dengan inflasi yang terkendali, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal lebih sehat, iklim investasi menjadi lebih kondusif, dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antarinstansi dalam menjaga kelancaran distribusi, memperkuat produksi lokal, serta memantau harga secara rutin menjadi langkah strategis agar inflasi tetap dalam batas aman dan kesejahteraan masyarakat terjaga.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menerapkan Strategi 4K dalam pengendalian laju inflasi guna menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Penerapan sinergi 4K yang kita lakukan, yakni kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, kestabilan harga dan komunikasi efektif," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Pontianak, Kalbar, Minggu (8/2).

Ria Norsan mengatakan pengendalian inflasi menjadi prioritas pemerintah daerah karena momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan lonjakan permintaan bahan pokok yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga komoditas di pasar.

"Stabilitas harga penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama kelompok berpenghasilan rendah," tuturnya.

Ia menyebutkan sepanjang 2025 inflasi Kalbar berhasil dijaga pada level rendah dan stabil, yakni 1,85 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen.

Namun, memasuki 2026, tekanan inflasi diperkirakan meningkat. Risiko kenaikan harga diproyeksikan mencapai sekitar 3,33 persen, dipicu gangguan produksi pangan akibat cuaca ekstrem, potensi gagal panen, serta kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, cabai, bawang merah, emas perhiasan, hingga tarif angkutan udara.

Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG/SPPG) turut meningkatkan kebutuhan beras, telur dan daging ayam, sehingga pemerintah perlu memastikan pasokan tetap mencukupi agar tidak memicu gejolak harga.

"Ketersediaan stok harus aman supaya harga tidak melonjak dan membebani masyarakat," tuturnya.

Pemprov juga mengantisipasi potensi kelangkaan energi rumah tangga, terutama LPG 3 kilogram, dengan mengusulkan tambahan distribusi menjelang Ramadhan.

Untuk menjaga kestabilan harga, kepala daerah kabupaten/kota diminta aktif memantau stok dan harga bahan pokok, melakukan langkah pencegahan terhadap potensi kelangkaan, serta memperkuat kerja sama pasokan antarwilayah, khususnya daerah yang mengalami defisit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Lebih Cermat Lagi Belanja D...
Luar Negeri
Indonesia Dorong ACAFTA Buk...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.